Kasus Korupsi dengan Sandi Durian Kardus Jangan Dilupakan

Muhaimin Iskandar itu lebih tepat menjadi wakil ketua MPR ketimbang menjadi calon wakil presiden (cawapres).

Kasus Korupsi dengan Sandi Durian Kardus Jangan Dilupakan
Kompas TV
Sejumlah tokoh optimis deklarasi untuk Pilpres 2019. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Muhaimin Iskandar atau Cak Imin baru saja dilantik menjadi Wakil Ketua MPR RI pada Senin (26/3/2018) kemarin.

Gelombang demonstrasi terkait dengan kasus durian kardus atau durian gate kembali digulingkan kalangan massa yang menuntut KPK segera memrosesnya.

Terdapat aksi unjuk rasa untuk menolak Cak Imin sebagai Cawapres 2019 dan mereka mendesak KPK menindaklanjuti kasus dugaan suap Kemenakertrans yang santer dengan sebutan Durian Gate terus bergulir.

"Tuntutan kami mendesak KPK untuk segera memanggil dan memeriksa Muhaimin Iskandar terkait kasus Kardus Durian beberapa tahun lalu," kata Koordinator Front Masiswa Menggugat Pimpinan, Asri Lesilawan, saat aksi unjuk rasa di KPK, Selasa (27/3/2018).

Di samping itu, pihaknya juga mendesak Ketua KPK Agus Rahardjo segera membentuk tim khusus untuk mendalami dan membongkar kembali skandal Duren Gate.

"Dengan semakin cepat KPK memberikan kejelasan terkait terlibat atau tidak terlibat Muhaimin Iskandar, akan berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat ditengah tengah maraknya kasus korupsi yang menjeret petinggi negara," katanya.

Direktur Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, posisi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar itu lebih tepat menjadi wakil ketua MPR ketimbang menjadi calon wakil presiden (cawapres).

Hal itu disampaikan lantaran beberapa waktu terakhir muncul berbagai deklarasi menyatakan Muhaimin yang juga dikenal dengan sebutan Cak Imin sebagai cawapres 2019.

"Saya bilang, sudah pas posisi cak imin jadi wakil ketua MPR. Saya akan bilang pas kopinyaa pas posisinya. Pas susunya. Cak Imin lebih pas jadi wakil Ketua MPR dibanding Wakil Presiden," kata Karyono, di Menteng, Jakarta Pusat.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved