Anies Pantau Musrenbang Sampai Hasilkan 1.069 Usulan
Anies pantau Musrenbang sampai 1.069 usulan muncul. Anies pun menyampaikan berbagai hal terkait pentingnya usulan-usulan.
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membuka sekaligus memantau pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan, di Ruang Pola Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (27/3/2018).
Pelaksanaan Musrenbang tersebut dilaksanakan untuk Rencana Pembangunan Kerja Daerah (RKPD) Tahun 2019.
Pada acara tersebut, Anies didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah, Walikota Kota Administrasi Jakarta Selatan Tri Kurniadi, serta Anggota DPRD diantaranya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jakarta Selatan dan pejabat lainnya.
Baca: Usai Mantan Jubirnya Diledek DPRD, Anies Larang Pejabat Bicara Soal Alexis
Baca: Mantan Jubir Anies Bekerja Tak Sesuai Tugasnya di TGUPP
Baca: Aksi Mantan Jubir Anies Saat Isu Tutup Alexis Tunjukkan Sisi Negatif TGUPP
Di sela acara, Anies mengungkapkan rencana pembangunan di Jakarta jangan hanya memfokuskan pada fisik, namun juga nonfisik. Hal itu sesuai visi warga kota Jakarta yang maju secara lestari dan berbudaya.
"Kata kuncinya adalah maju, kotanya maju, tapi juga lestari tempat ini karena akan dipakai generasi yang akan datang," kata Anies.
Menurut Anies, pelaksanaan musrenbang harus menjadi kegiatan kolaborasi antara pemerintah dengan warga. Ia ingin warga bisa merasakan manfaat berada di Jakarta, dan mendengarkan ucapan dari sebuah keluarga yang mengatakan bahwa keluarga tersebut bersyukur tinggal di Jakarta.
"Saya ingin sekali ada satu kalimat yang muncul dari satu keluarga, alhamdulillah, bersyukur kami tinggal di Jakarta," kata Anies berharap.
Anies menambahkan, dalam pelaksanaan musrenbang harus memperhatikan empat poin.
Poin pertama, lanjut Anies, adalah program apa saja yang harus diteruskan, kedua program apa yang harus diteruskan, tetapi dimodifikasi. Ketiga hal apa yang harus dihentikan dan yang keempat, hal baru apa yang Bapak-Ibu lihat di masyarakat terbukti baik dan perlu diadopsi pemerintah.
Selain itu, sambung Anies, ada empat level awal yang juga harus dilalui dalam musrenbang. Level terendah adalah sosialisasi, pemerintah membuat keputusan dan disosialisasikan, lalu konsultasi adalah menyampaikan sambil dengar pendapatnya tapi pemerintah yang ambil keputusannya.
Kemudian partisipasi yaitu warga mengerjakan dan pemerintah mengerjakan tapi sendiri-sendiri, yang paling tinggi yaitu kolaborasi yang artinya warga mengerjakan, pemerintah juga mengerjakan tetapi terkoordinir.
"Kita ingin musrenbang ini bukan sekedar sosialisasi, konsultasi, dan partisipasi tapi kolaborasi, saya ingin semua kerja bersama," ungkapnya.
Sementara itu, dalam paparannya Walikota Kota Administrasi Jakarta Selatan Tri Kurnaidi menjelaskan, bahwa hasil dari Forum UKPD rencana kerja (Renja) untuk tahun 2019 sebanyak 1.069 usulan.
"Ada tiga bidang dalam renja Forum UKPD 2019 yakni Bidang Pemerintahan, Bidang Kesra dan Bidang Ekbang menghasilkan 1.069 usulan dengan anggaran sebesar Rp1.605.942.883.645," tutup Kurniadi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180324pengecatan-kampung-warna-warni-danau-sunter-anies-ingin-warga-kampung-bahagia_20180324_103121.jpg)