Sabtu, 9 Mei 2026

Ratusan PKL Lokbin Cengkeh Diyakini Nunggak Bayar Retribusi

"Para pedagang itu nunggak bayar retribusi. Ya iyalah nunggak. Omzet para pedagang menurun drastis," kata Djarot

Tayang:
Warta Kota/Panji Baskhara Ramahan
Hanya sejumlah meja, kursi, etalase tenda serta kios kuliner yang kini kosong terpampang tanpa pengunjung di Lokasi Binaan (Lokbin) Cengkeh, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Senin (26/3/2018). 

WARTA KOTA, TAMANSARI -- Kepala Seksi Koperasi (Kasiekop) Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Barat, Djarot Syarifudin, meyakini akhir Maret 2018, ratusan pedagang di Lokasi Binaan (Lokbin) Kota Intan atau Cengkeh, menunggak bayar retribusi.

Hal itu, dikarenakan omzet ratusan pedagang saat ini menurun drastis.

"Tahun 2016 dan 2017 realisasi pembayaran di retribusi pedagang kuliner Lokbin Cengkeh, Rp 3,1 M. Sementara, Januari-Maret 2018, saat ini menurun drastis pembayaran retribusi. Cuman terkumpul Rp 700 Juta. Kemungkinan, saya sih yakin ke depannya para pedagang itu nunggak bayar retribusi. Ya iyalah nunggak. Omzet para pedagang menurun drastis," kata Djarot, ketika dikonfirmasi Warta Kota, Senin (26/3/2018).

Hanya sejumlah meja, kursi, etalase tenda serta kios kuliner yang kini kosong terpampang tanpa pengunjung di Lokasi Binaan (Lokbin) Cengkeh, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Senin (26/3/2018).
Hanya sejumlah meja, kursi, etalase tenda serta kios kuliner yang kini kosong terpampang tanpa pengunjung di Lokasi Binaan (Lokbin) Cengkeh, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Senin (26/3/2018). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramahan)

Djarot mengatakan, penyeban turun drastisnya omzet sejumlah pedagang kuliner, yang ada di Lokbin Kota Intan (Cengkeh), karena sepi akan pengunjung.

Dia mengatakan, sepinya pembeli akibat maraknya parkir liar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang berdagang di sekitar jalan dan trotoar.

"Kemungkinan, bisa semua pedagang tak bisa lagi bayar retribusi. Toh pembeli juga sepi, dan omzet mereka turun drastis. Ini akibat PKL liar, dan parkir liar marak. Saya beri informasi ya di kawasan Kota Tua, ada delapan titik parkir liar. Parkiran Lokbin Cengkeh kenapa enggak pakai ya? Kenapa dibiarkan? Lalu, sakit hatinya para pedagang kuliner Cengkeh lantaran tempat dia jualan dulu, sekarang dipakai sama PKL liar. Ini Perda 8-nya enggak ditegakkan," papar Djarot.

Ia menambahkan, jika target realisasi retribusi di Lokbin Cengkeh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 4 Miliar.

Hanya saja, ia mengaku pesimis pembayaran retribusinya itu dapat mencapai target.

"Maret 2018 aja baru terkumpul Rp 700 Jutaan ya. Bagaimana mau mencapai target ya jikalau omzet pedagang kuliner Lokbin Cengkeh ini ya jadi menurun karena masih ada PKL liar, parkir kendaraan liar," katanya. (BAS)

Suasana di Lokasi Binaan (Lokbin) Cengkeh, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Senin (26/3/2018).
Suasana di Lokasi Binaan (Lokbin) Cengkeh, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Senin (26/3/2018). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramahan)
Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved