Bikin Macet, Mobil Luar Jakarta Akan Dibebankan ERP

Kendaraan yang masuk Jakarta harus dibebankan membayar dengan konsep jalan berbayar (electronic road price/ERP).

Bikin Macet, Mobil Luar Jakarta Akan Dibebankan ERP
Warta Kota/Ahmad Sabran
Alat untuk identifikasi jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) sempat dipasang di kawasang Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Djoko Setidjawarno, pengamat Transportasi Unika Soegijapranoto, mengatakan, dianggap sebagai turut penyebab kemacetan, kendaraan yang masuk Jakarta harus dibebankan membayar dengan konsep jalan berbayar (electronic road price/ERP).

Usulan tersebut menyusul gagasan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang bakal membatasi kendaraan dari luar Jakarta.

Baca: Jalan Berbayar Ditargetkan Berlaku Tahun 2019, Nantinya Mobil Baru Sudah Terpasang Alat ERP

"Kalau tanpa sistem, mau bagaimana pelaksanaannya? Akan timbul pungutan liar baru kalau dipaksakan. Jadi tunggu ERP yang katanya akan diberlakukan pada 2019," kata Djoko, Minggu (25/3/2018).

Menurut Djoko, ERP merupakan sistem paling ideal untuk diterapkan karena setiap kendaraan yang berasal dari luar Jakarta akan dikenakan retribusi.

Selain itu, seluruh kendaraan yang masuk juga akan teregistrasi lewat alat identifikasi pada ERP.

Baca: Infrastruktur Jalan Berbayar Belum Matang

"Kepolisian harus dilibatkan, khususnya registrasi identifikasi kendaraan. Jadi identitas kendaraan dan beban ERP jelas. Walaupun kendaraan diperjualbelikan," kata Djoko.

Walau begitu, BPTJ harus terlebih dahulu merevitalisasi angkutan umum hingga ke seluruh kawasan pemukiman di Jabodetabek.

Berdasarkan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek, jumlah penduduk Jabodetabek ada 31.077.315 jiwa. Jumlah kendaraan sebanyak 24.897.391 kendaraan bermotor.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved