Koran Warta Kota

Debt Collector Bikin Trauma Dua Tahun

Putri yang duduk di kelas dua di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merasa malu saat debt collector mendatangi dan menyegel kediamannya.

Debt Collector Bikin Trauma Dua Tahun
Warta Kota/Anggie Lianda
Suprapto, pedagang pecel lele saat menceritakan pengalamannya didatangi debt collector sebuah bank plat merah. 

WARTA KOTA, SENEN -- Putri, anak perempuan Suprapto, seorang pedagang pecel lele, mengalami trauma mendalam karena malu atas perlakuan debt collector salah satu bank milik pemerintah cabang Roxy Mas, Jakarta Pusat.

Putri yang duduk di kelas dua di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merasa malu saat debt collector mendatangi dan menyegel kediamannya. Ketika itu, peristiwa ini disaksikan oleh warga sekitar.

Sejak kejadian itu, tepatnya April 2016, Putri tidak berani keluar rumah apalagi bertegur sapa dengan tetangganya.

"Enggak (keluar rumah), malu," ujar Putri dengan raut wajah sedih menunduk saat ditemui Warta Kota di rumahnya, di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (23/3).

Rumah Suprapto didatangi debt collector lantaran ia telat membayar angsuran pinjaman yang harus dibayarkan setiap bulannya.

"Kejadian ini membuat hidup saya berantakan, enggak karu-karuan," ujar Suprapto.

"Dia (Putri) aja nangis dan sampai sekarang enggak berani keluar rumah, karena malu sama teman-temannya waktu rumahnya disegel, warga dikumpulkan, difoto-foto," kata Suprapto lagi.

Bukan hanya anaknya, ia pun saat itu nekat ingin mengakhiri hidupnya karena merasa malu kepada tetangga sekitar. Namun hal itu urung dilakukannya.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Saat dalam kondisi sulit seperti itu, anak laki-laki Suprapto yang ingin menyelamatkannya malah kehilangan sepeda motor saat diparkir di pinggir jalan.

"Saya mau bunuh diri saking malunya, di jalanan depan Gunung Agung, Kwitang," ungkapnya lirih.

Akhirnya Suprapto memberanikan diri untuk meminjam dan menjual harta bendanya di kampung halaman.

"Tak jualin semua buat nutup utang di bank itu, Alhamdulillah semua terbayar," ujarnya.

Namun sampai dua tahun berselang, anak dan istri Suprapto masih mengalami trauma dan belum berani untuk berinteraksi dengan tetangganya. (m16)

Selengkapnya, Baca di Harian Warta Kota Edisi Sabtu 24 Maret 2018

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved