Kamis, 23 April 2026

Tamini Simbol Perjuangan Rakyat Palestina Divonis 8 Bulan Penjara

Video yang menampilkan dirinya menampar dan menendang tentara Israel beredar luas di media sosial.

Kompas.com/AFP
Tamimi dengan rambut keriting panjangnya menjadi sorotan publik karena dianggap sangat berani kepada tentara Israel. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Ahed Tamimi (17), seorang gadis remaja Palestina menjadi simbol perjuangan untuk melawan pendudukan Israel di Palestina.

Hukuman terhadap Tamini juga memicu gelombang protes dan reaksi masyarakat dunia di antaranya di media sosial.

Soalnya Tamini hanya melakukan tindakan dari seorang gadis yang tidak berdaya melawan aksi tentara Israel di Palestina, sementara tentara Israel sangat sering melakukan banyak aksi kekerasan brutal di Palestina.

Tentara Israel saat menghadang pengunjuk rasa Palestina.
Tentara Israel saat menghadang pengunjuk rasa Palestina. (BBC Indonesia)

Yideo yang menampilkan dirinya menampar dan menendang tentara Israel beredar luas di media sosial.

Tamimi dengan rambut keriting panjangnya menjadi sorotan publik karena dianggap sangat berani kepada tentara Israel.

Namun, gadis itu kini harus mengorbankan 8 bulan hidupnya di penjara.

Pengadilan militer Israel menjatuhi hukuman 8 bulan penjara kepada Tamimi, pada Rabu (21/3/2018).

Sejak ditahan pada Desember 2017, dengan begitu dia telah menjalani masa tahanan selama tiga bulan.

Ditahan Tak hanya itu, dia juga mendapat denda senilai 1.400 dollar Amerika Serikat atau Rp 19,2 juta.

Dia menghadapi 12 dakwaan, termasuk serangan yang menyakitkan.

"Tidak ada keadilan di bawah pendudukan (Israel)!" teriak Tamimi kepada wartawan.

Seorang remaja yang tidak bersalah menjadi korban tindakan brutal tentara Israel, ditangkap dan dipukuli meski dia tidak melakukan tindakan melawan Israel. Foto ini pun mendunia dan aksi keji Israel dikecam oleh kalangan Hak Asasi Manusia (HAM) dunia.
Seorang remaja yang tidak bersalah menjadi korban tindakan brutal tentara Israel, ditangkap dan dipukuli meski dia tidak melakukan tindakan melawan Israel. Foto ini pun mendunia dan aksi keji Israel dikecam oleh kalangan Hak Asasi Manusia (HAM) dunia. (Al Jazeera)

Amnesty International mengutuk hukuman tersebut yang dianggap sebagai contoh dari tidak terlaksananya kewajiban pemerintah Israel untuk melindungi hak dasar warga Palestina yang hidup di bawah pendudukan mereka.

Sebelumnya, Tamimi dan warga Palestina lainnya memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Para pejabat militer Israel mengatakan pada waktu itu, para tentara bertindak secara profesional dan tepat ketika mereka menahan diri untuk tidak mengambil tindakan yang lebih keras saat insiden penamparan terjadi.

Seorang syuhada Palestina, Ibrahim Abu Thurayyah, yang diamputasi kedua kakinya itu tewas ditembak sniper Israel yang brutal, saat dia berjuang melawan penjajahan Israel di Palestina.
Seorang pejuang Palestina, Ibrahim Abu Thurayyah, yang diamputasi kedua kakinya itu tewas ditembak sniper Israel yang brutal, saat dia berjuang melawan penjajahan Israel di Palestina. (Al Jazeera)

Keluarga Tamimi diketahui adalah aktivis yang menentang pendudukan militer Israel di Tepi Barat.

Di kediamannya, sebuah foto yang memperlihatkan Tamimi saat kecil menggigit tangan seorang tentara yang akan menangkap seorang saudara laki-lakinya telah menjadi citra simbolis. (Veronika Yasinta)

Sebelumnya telah diunggah Kompas.com dengan tautan: Tampar Tentara Israel, Remaja Palestina Dihukum 8 Bulan Penjara

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved