Breaking News:

RW 06 Kelurahan Cipulir Diresmikan Jadi RW Sehat

RW 06 Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, diresmikan sebagai salah satu RW Sehat di wilayah Jakarta Selatan.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Feryanto Hadi
Camat Kebayoran Lama Sayid Ali usai meresmikan RW 06 Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan, sebagai salah satu RW Sehat di wilayah Jakarta Selatan, Jumat (23/3). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA -- RW 06 Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, telah diresmikan sebagai salah satu RW Sehat di wilayah Jakarta Selatan.

Peresmian ini, dilakukan secara langsung oleh Camat Kebayoran Lama Sayid Ali, Jumat (23/3).

Camat Sayid Ali mengatakan, RW Sehat 06 Kelurahan Cipulir adalah RW Sehat ketiga yang telah ia resmikan, setelah RW Sehat 04 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan dan RW Sehat 012 Kelurahan Grogol Utara.

"Alhamdulillah, RW Sehat 06 Kelurahan Cipulir ini adalah RW Sehat ketiga yang diresmikan. Targetnya, semua RW di Kecamatan Kebayoran Lama menjadi RW Sehat," tutur Sayid.

Sayid menjelaskan, ada 12 indikator kriteria untuk menjadi RW Sehat. 12 indikator tersebut jelas Sayid, yaitu jaminan kesehatan 100 persen, pengunaan kontrasepsi usia subur, balita ditimbang rutin di posyandu, penyakit tuberkulosis diobati tepat sasaran, gangguan jiwa tidak ditelantarkan, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus terkontrol.

Kemudian, ibu hamil melahirkan di tenaga kesehatan, ASI eksklusif, kepemilikan jaminan sehat, akses dari air bersih, balita di imunisasi lengkap dan tidak ada yang merokok di rumah.

"Tujuannya adalah untuk memandirikan hidup sehat dengan ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)," terangnya.

Sementara itu, Lurah Cipulir Adi Krisno Prayogo menambahkan, RW 06 dipilih oleh Tim Ketuk Pintu Layani dengan Hati (KPLDH), sebagai binaan Puskesmas dan diusulkan menjadi RW Sehat Binaan berdasarkan indikator penilaian tim.

"RW 06 juga sudah mengikuti sebagai peserta Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang dilaksanakan Puskesmas Kecamatan, untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survei mawas diri," imbuhnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved