Pedagang Pecel Lele Ini Galau Dua Tahun Sertifikat Rumah Tak Dikembalikan Bank

Sertifikat rumah tersebut pada Februari 2008 dijadikan jaminan untuk mengajukan pinjaman uang sebesar Rp 80 juta.

WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Sertifikat rumah Suprapto, pedagang pecel lele, sudah dua tahun tak dikembalikan oleh salah satu bank milik pemerintah cabang Roxy Mas. 

WARTA KOTA, KWITANG - Suprapto, pedagang pecel lele, kecewa lantaran sertifikat rumahnya sudah dua tahun tak dikembalikan oleh salah satu bank milik pemerintah cabang Roxy Mas.

Sertifikat rumah tersebut pada Februari 2008 dijadikan jaminan untuk mengajukan pinjaman uang sebesar Rp 80 juta.

Setelah pelunasan pada April 2016, kata Suprapto, hingga saat ini pihak bank belum mengembalikan sertifikat rumah yang merupakan hak Suprapto.

Baca: Tak Kunjung Ada Pantai Gratis di Jakarta, Susi Pudjiastuti Marahi Anies Baswedan

"Sudah hampir dua tahun saya sama istri bolak-balik sampai ongkos habis, tapi enggak ada hasil apa-apa," ungkap Suprapto di rumahnya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2018).

Ia sangat membutuhkan sertifikat tersebut untuk menjual rumah dan melunasi utang yang lainnya. Berkali-kali ia dan istrinya mendatangi bank tersebut, namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan, dan tidak ada proses apa pun dari pihak bank.

"Saking enggak ada duit lagi, saya sama istri jalan kaki dari rumah ke Roxy. Tapi pulang juga dengan tangan hampa," paparnya.

Baca: Warga Tiga Kelurahan di Jakarta Timur Tak Setuju Tiga Program Pemprov DKI Ini

Suprapto berdagang pecel lele di sekitar Universitas Trisakti. Sejak melunasi uang pada 2016, ia tidak melanjutkan jualannya lagi karena tidak memiliki modal.

Di situlah mahasiswa mulai mencari Suprapto yang dikenal sebagai pedagang yang baik dan dekat dengan mahasiswa.

Setelah bertemu dan mengetahui permasalahan ini, beberapa mahasiswa meminta bantuan pada alumninya yang sudah menjadi pengacara.

Baca: Fredrich Yunadi: Banyak Hakim Tipikor akan Dijadikan Tersangka Kalau Tak Kabulkan Perintah KPK

November 2017, kasus sudah diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, namun lagi-lagi Suprapto kecewa karena belum ada titik terang dan iktikad baik dari pihak bank.

"Orang bank cuma bilang hilang, tapi saya enggak dikasih solusi apa-apa. Jadi bingung saya harus tunggu sampai kapan lagi?" ujarnya.

Ia sangat berharap pihak bank mampu bertanggung jawab dan segera mengembalikan sertifikat rumah miliknya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved