Modus Perdagangan Orang ke Arab, Polisi Geledah Kantor di Bekasi

Visa Cleaning Service ini digunakan karena pemerintah menghentikan pengiriman pekerja migran ke Timur Tengah

Modus Perdagangan Orang ke Arab, Polisi Geledah Kantor di Bekasi
istimewa
Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri menggeledah kantor di Bekasi 

WARTA KOTA, JAKARTA- Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri menggeledah kantor yang diduga menjadi tempat penampungan orang yang dikirim ke luar negeri dengan modus Tenaga Kerja Indonesia. Kantor PT KIS Kensur Hutama di Jalan Raya Hankam no 70 Jatimurni, Pondok Melati, Bekasi digeledah berdasarkan informasi dari Konjen RI di Jeddah, Arab Saudi. Dari lokasi, petugas mengamankan beberapa dokumen dan benda lain sebagai barang bukti

Kepala Subdit 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Polisi Ferdy Sambo menuturkan, KJRI Jeddah menginformasikan tentang adanya korban TPPO berjumlah 238 pekerja migran Indonesia. “Salah satunya adalah Yuyun Salmiati Binti Wajedi, dia melarikan diri ke KJRI setelah dipekerjakan sebagai PRT di Jeddah, Arab Saudi,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Selama bekerja, kata dia, korban tidak digaji dan mengalami pelecehan seksual dari majikannya. Paspor korban juga ditahan oleh PT Kensur Hutama. Korban pada bulan Agustus 2017 direkrut dan diberangkatkan dari Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Jakarta oleh tersangka Sahman Binti Astan. “Kemudian diproses paspor dengan merubah identitas nama maupun tanggal lahir korban, kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan di Praya Mataram, dan keluarga korban diberikan uang Rp 600.000,”ujarnya.

Setelah itu korban dikirim ke Jakarta dan diterima Muhammad Reza diantar ke lokasi kantor di Bekasi. “Korban ditampung selama seminggu dan selanjutnya di pindah ke rumah Bos PT Kensur bernama Ali Idrus di Daerah Cibubur selama dua minggu,” jelas Sambo.

Korban diberangkatkan ke Jeddah, Arab Saudi pada (31/1/2018) dengan menggunakan visa sebagai petugas kebersihan. “Visa Cleaning Service ini digunakan karena pemerintah menghentikan pengiriman pekerja migran ke Timur Tengah untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga,” tuturnya.  

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved