Jadi RW Sehat Ketiga, RW 06 Kelurahan Cipulir Dikukuhkan Menjadi RW Sehat

RW 06 Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diresmikan sebagai RW Sehat di Jakarta Selatan.

Jadi RW Sehat Ketiga, RW 06 Kelurahan Cipulir Dikukuhkan Menjadi RW Sehat
Warta Kota/Feryanto Hadi
RW 06 Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diresmikan sebagai RW Sehat di Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA---RW 06 Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diresmikan sebagai RW Sehat di Jakarta Selatan.

Peresmian ini dilakukan oleh Camat Kebayoran Lama, Sayid Ali, Jumat (23/3/2018).

Sayid Ali mengatakan, RW Sehat 06 Kelurahan Cipulir adalah RW Sehat ketiga yang telah ia resmikan, setelah RW Sehat 04 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan dan RW Sehat 012 Kelurahan Grogol Utara.

Baca: BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Membentuk Tim Bersama

"Alhamdulillah, RW Sehat 06 Kelurahan Cipulir ini adalah RW Sehat ketiga yang diresmikan. Targetnya semua RW di Kecamatan Kebayoran Lama menjadi RW Sehat," kata Sayid.

Sayid mengatakan, ada 12 indikator kriteria untuk menjadi RW Sehat.

Baca: Sejumlah Manfaat Kebun Raya Untuk Kesehatan di Antaranya Bisa Kurangi Obesitas

Ke-12 indikator adalag jaminan kesehatan 100 persen, pengunaan kontrasepsi usia subur, balita ditimbang rutin di posyandu, penyakit tuberkulosis diobati tepat sasaran, gangguan jiwa tidak ditelantarkan, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus terkontrol.

Kemudian, ibu hamil melahirkan di tenaga kesehatan, ASI eksklusif, kepemilikan jaminan sehat, akses dari air bersih, balita diimunisasi lengkap, dan tidak ada yang merokok di rumah.

"Tujuannya adalah untuk memandirikan hidup sehat dengan ber-PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat)," katanya.

Sementara itu, Lurah Cipulir , Adi Krisno Prayogo, mengatakan, RW 06 dipilih oleh Tim Ketuk Pintu Layani dengan Hati (KPLDH), sebagai binaan Puskesmas dan diusulkan menjadi RW Sehat Binaan berdasarkan indikator penilaian tim.

"RW 06 juga sudah mengikuti sebagai peserta Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang dilaksanakan puskesmas kecamatan untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survei mawas diri," katanya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved