19 Sekolah Indonesia Dibangun di Ladang Malaysia untuk Jamin Pendidikan Anak TKI

CLC berdiri sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap anak-anak Indonesia yang berada di Sarawak, Malaysia.

19 Sekolah Indonesia Dibangun di Ladang Malaysia untuk Jamin Pendidikan Anak TKI
Warta Kota/Dwi Rizki
Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana bersama Konjen KJRI Kuching Jahar Gultom, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof Ari Purbayanto, Atase Politik Agung Cahya Sumirat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Rakyat Indonesia Sis Apik Wijayanto, dan Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Denny Abdi meresmikan 17 sekolah di CLC Ladang Tiga Sarawak Plantation Agriculture Development (SPAD), Sarawak, Malaysia pada Jumat (23/3/2018). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Nawacita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk memberikan kesetaraan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia, tidak terkecuali anak para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kian nyata.

Usai kunjungannya ke pelosok perkebunan sawit Malaysia, 17 unit sekolah anak TKI atau Community Learning Center (CLC) sukses diresmikan.

Pencapaian tersebut diungkapkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana merupakan bentuk perhatian pemerintah Republik Indonesia terhadap anak-anak TKI yang lahir dan menetap di pelosok perkebunan Sarawak, Malaysia, saat ini.

Peresmian sekolah tersebut, lanjutnya, menyusul kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang menargetkan pembangunan 50 unit sekolah sepanjang tahun 2018.

"CLC berdiri sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap anak-anak Indonesia yang berada di Sarawak, Malaysia. Sebelumnya ada 19 CLC yang sudah dilegalkan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia pada tahun 2016," ungkapnya dalam siaran tertulis usai meresmikan 17 sekolah di CLC Ladang Tiga Sarawak Plantation Agriculture Development (SPAD), Sarawak, Malaysia pada Jumat (23/3/2018).

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kuching terus menelusuri perladangan kelapa sawit di Sarawak Malaysia untuk mendirikan CLC bagi anak-anak TKI yang belum mendapatkan akses pendidikan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana bersama Konjen KJRI Kuching Jahar Gultom, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof Ari Purbayanto, Atase Politik Agung Cahya Sumirat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Rakyat Indonesia Sis Apik Wijayanto, dan Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Denny Abdi meresmikan 17 sekolah di CLC Ladang Tiga Sarawak Plantation Agriculture Development (SPAD), Sarawak, Malaysia pada Jumat (23/3/2018).
Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana bersama Konjen KJRI Kuching Jahar Gultom, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof Ari Purbayanto, Atase Politik Agung Cahya Sumirat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Rakyat Indonesia Sis Apik Wijayanto, dan Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Denny Abdi meresmikan 17 sekolah di CLC Ladang Tiga Sarawak Plantation Agriculture Development (SPAD), Sarawak, Malaysia pada Jumat (23/3/2018). (Warta Kota/Dwi Rizki)

Pembangunan CLC sangat penting dilakukan karena anak-anak TKI juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan. Karena itu pihaknya tidak ragu menerobos ladang untuk berkunjung ke beberapa CLC seperti CLC Gayanis di Bintulu dan CLC Taniku di Miri, wilayah terluar Malaysia.

"Seluruh CLC memiliki kurikulum dan guru yang berasal dari Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan rasa kebangsaan," jelasnya.

Sementara itu, Peresmian 17 CLC secara langsung dihadiri oleh Konjen KJRI Kuching Jahar Gultom, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof Ari Purbayanto, Atase Politik Agung Cahya Sumirat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Rakyat Indonesia Sis Apik Wijayanto, dan Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Denny Abdi.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto turut menyampaikan program asuransi bagi para TKI. Sehingga apabila terjadi kecelakaan kerja ataupum terdapat anggota keluarga yang meninggal dunia akan dijamin seluruhnya oleh pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved