WNI Pemilik 800 Hektar Lahan di Selandia Baru Ajukan Pertanyaan Ini ke Jokowi

Reza Abdul Jabar, seorang petani sukses di Selandia Baru, mengajukan pertanyaan kepada Presiden Joko Widodo.

WNI Pemilik 800 Hektar Lahan di Selandia Baru Ajukan Pertanyaan Ini ke Jokowi
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama salah seorang warga negara Indonesia yang memenangi kuis khas acara pertemuan Presiden dan rakyat di sela-sela menemui WNI yang menetap di Selandia Baru di Amopura Gathering, Museum Te Papa, Wellington, Selandia Baru, Senin (19/3/2018) malam. (ANTARA/HO/Biro Setpres) 

WARTA KOTA, WELLINGTON - Reza Abdul Jabar, seorang petani sukses yang kini memiliki 800 hektar lahan pertanian di provinsi terbesar di Selandia Baru, dan sekitar 2.000 ekor sapi, mengajukan pertanyaan kepada Presiden Joko Widodo.

"Ada amanat dari diaspora Selandia Baru perihal bagaimana kami menghadapi generasi kedua dan ketiga yaitu anak-anak kami yang berkeinginan mempertahankan status WNI-nya. Kami sedikit cemas. Padahal disini banyak yang mahir yang sangat sayang apabila mereka terganjal untuk kembali ke tanah lahirnya atau tanah ayah ibunya. Jadi kami mohonkan solusi dan fasilitasi untuk masalah ini," kata Reza Abdul Jabar saat pertemuan dengan para warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Selandia Baru di Amopura Gathering, Museum Te Papa, Wellington, Senin (19/3/2018).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang juga hadir dalam acara tersebut dipersilahkan oleh Presiden untuk menjawab langsung pertanyaan itu. Menlu mengatakan bahwa isu diaspora ini memang merupakan isu yang sedang didalami dan dikaji.

"Kita juga bekerja sama dengan para diaspora. Ada working group mengenai masalah imigrasi, salah satunya kemungkinan dwi kewarganegaraan. Keputusan ini bukan keputusan mudah, perlu ada satu konsensus nasional sehingga semua pihak harus ditanya. Tapi paling tidak begini, nanti Pak Dubes akan sosialisasi kartu diaspora Indonesia, tujuan pemerintah adalah memfasilitasi WNI yang tinggal di luar negeri," kata Menlu.

Baca: Temui WNI di Selandia Baru, Presiden Jokowi Cerita soal Papua

Bangun 10 Bali baru

Penanya terakhir adalah Megan Collins, seorang warga Selandia Baru yang sempat tinggal lama di Indonesia dan jatuh cinta dengan Indonesia. Ia bertanya seputar masalah kebudayaan.

Presiden mengatakan bahwa DNA Indonesia ada di budayanya.

Salah satu visi pemerintah dalam kebudayaan ke depan adalah membangun destinasi-destinasi wisata baru.

"Kita sedang dalam proses membuat 10 Bali baru. Ini akan kita selesaikan kemudian nanti akan menginjak ke 10 berikutnya. Kita ingin fokus di situ," jawabnya.

Menurut Presiden, kebudayaan dan industri kreatif adalah salah satu kekuatan besar bangsa Indonesia. Semua provinsi mempunyai seni dan budaya yang berbeda beda.

"Ya inilah yang akan kita pakai sebagai sebuah kekuatan besar bangsa kita untuk bersaing dengan negara-negara lain. Kalau kita mau main di industri, kita sudah kalah jauh dengan Jepang, Jerman dan Korea. Tapi kalau kita mainnya di sini, ada kemungkinan besar kita jadi pemain utama. Oleh karena itu saya mengajak bapak ibu untuk bekerja keras bersama-sama," lanjutnya.

Acara bertemu dengan WNI ini adalah agenda terakhir dalam kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Selandia Baru.

Selanjutnya, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan kembali ke Tanah Air. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved