Breaking News:

Vladimir Putin, dari Agen Rahasia Rendahan Jadi Penguasa Rusia

Bagaimana seorang perwira rendahan agen rahasia Rusia KGB dan pemegang sabuk hitam judo ini bisa menjadi salah seorang paling berkuasa di dunia?

Editor: Fred Mahatma TIS
EPA/yle.fi
VLADIMIR Putin 

WARTA KOTA, MOSKWA --- Bagi banyak orang, usia 65 tahun merupakan saat yang tepat untuk menikmati hari tua, apalagi jika sudah memiliki karier yang teramat sukses. Sayangnya, kata istirahat nampaknya tidak ada di dalam kamus Vladimir Putin, yang di usia senjanya justru tengah berpeluang besar memenangkan kembali pemilihan presiden Rusia.

Namun, jalan Putin untuk menduduki tampuk kekuasaan di negeri besar itu tidak mudah dan teramat panjang. Lalu, bagaimana seorang perwira rendahan agen rahasia Rusia KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti) dan pemegang sabuk hitam judo ini bisa menjadi salah seorang paling berkuasa di dunia?

PRESIDEN Vladimir Putin usai menggelar jumpa pers di markas kampanyenya di Moskwa, pada 18 Maret 2018.
PRESIDEN Vladimir Putin usai menggelar jumpa pers di markas kampanyenya di Moskwa, pada 18 Maret 2018. (AFP via Kompas.com)

Keluarga pekerja

Vladimir Vladimirovich Putin lahir dari keluarga pekerja di Leningrah (St Petersburg) pada 7 Oktober 1952. Ayahnya adalah seorang veteran Perang Dunia II dengan banyak tanda jasa yang kemudian bekerja di sebuah pabrik.

Di masa kecilnya, Putin tumbuh besar di apartemen komunal bergaya Uni Soviet bersama dua keluarga lainnya. Hal semacam itu amat biasa di masa komunis berkuasa. Dikenal amat menyukai novel dengan tema agen rahasia, saat masih bersekolah Putin mendatangi kantor dinas rahasia KGB dan bertanya cara bergabung dengan dinas intelijen itu.

Saat itu, para petugas KGB mengatakan kepada Putin agar dia bekerja keras dan belajar ilmu hukum. Dan itulah yang dilakukan Putin saat menimba ilmu di Universitas Negeri Leningrad. Setelah lulus kuliah, Putin akhirnya bergabung dengan KGB dan menghabiskan 17 tahun kariernya sebagai mata-mata di luar negeri.

Baca: Jadi Presiden Lagi, Putin Lanjutkan Kekuasaan Atas Rusia

Arus balik karier Putin ditentukan salah satu momen terpenting dalam hidupnya saat dia bertugas di Jerman Timur. Pada 1989, Putin sedang bertugas di Dresden di masa-masa menjelang runtuhnya Tembok Berlin, massa antikomunis terlihat berkumpul di luar kantor KGB di kota itu.

Putin mengingat bahwa dia diperintahkan agar tak melakukan sesuatu tanpa perintah Moskwa dan Moskwa memang tak memerintahkan apapun saat itu.

"Tak ada perintah apapun dari Moskwa, saya merasa negara ini sudah tak lagi eksis," kata Putin seperti ditulis Ben Judah dalam bukunya 'Fragile Empire: How Rusia Fell In dan Out of Love with Vladimir Putin'

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved