Omzet Perusahaan yang Produksi Makanan Kedaluwarsa di Jakbar Capai Rp 6 M Lebih per Bulan

Sebanyak 90.080 Pcs makanan berbagai merk dan kedaluwarsa ini, lanjut Hengki, telah disita dari tiga lokasi bebeda.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramahan
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi, dan jajarannya saat press confrence di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/3). 

WARTA KOTA, TAMBORA -- Kepolisian Polres Metro Jakarta Barat bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, kini ungkap kasus produksi makanan kedaluwarsa, yang dijalani oleh sebuah perusahaan inisial PT PRS, Selasa (20/3/2018).

Diketahui, terkait omzet produksi makanan berkedaluwarsa itu mencapai Rp 3-6 Miliar.

"Kasus ini kasus merupakan perbuatan curang yang dimana perusahaan bersangkutan, inisial PT PRS produksikan makanan kedaluwarsa itu sejak tahun 2014 silam, baik Jakartara, Papua, Medan, hingga Jabodetabek dan sekitarnya. Di kasus ini, sementara kami selidiki omzet capai Rp 3-6 Miliar," jelas Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi, saat press confrence di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi, dan jajarannya saat press confrence di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/3).
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi, dan jajarannya saat press confrence di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/3). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramahan)

Sebanyak 90.080 Pcs makanan berbagai merk dan kedaluwarsa ini, lanjut Hengki, telah disita dari tiga lokasi bebeda.

Diantaranya, di sebuah gudang di Jalan Kalianyar I no 16-17, Tambora, dan di sebuah gudang di Pergudangan Angke Indah Blok C-6, Cengkareng, Jakarta Barat, dan juga di Kantor Pusat perusahaan PT PRS yakni di Kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

"Untuk di lokasi pertama (Tambora), diketahui sebagai gudang penyimpanan dan mengganti label makanan yang nyaris ataupun juga telah kedaluwarsa dengan alat laser khusus. Lokasi kedua, ialah kantor pusatnya di Hayam Wuruk, sementara lokasi ketiga, yakni di Cengkareng ialah gudang yang dimana sebagai tempatnya penyimpanan berbagai makanan kedaluwarsa dan siap diproduksi. Bisa tujuan Jabodetabek, Papua, Medan, dan wilayah lainnya," paparnya Hengki kembali.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi, dan jajarannya saat press confrence di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/3).
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi, dan jajarannya saat press confrence di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/3). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramahan)

Dijelaskan Hengki kembali, kasus ini pun telah terungkap sejak 24 Februari 2018 lalu, dan kini terus dikembangkannya.

Dikatakan Hengki jika dalam kasus yang merugikan orang banyak itu telah membekuk tiga pelaku.

"Pelaku pertama, adalah RH (36) yang sebagai Direktur PT PRS, dan DG (27) Kepala gudang di Cengkareng, dan AH (AA) yang sebagai Kepala gudang di Tambora. Di Tambora ini, engga ada izin bangunan untuk dijadikan gudang. Namun, di gedung berlantai lima ini lah tempat dimana makanan-makanan berbagai merk baik itu dari Amerika dan Australia yang kedaluwarsa, label masa berlakunya diganti dengan label berlaku yang baru," ungkapnya Hengki, kala didampingi Kepala BPOM DKI Jakarta, Sukriadi Darma.

Barang bukti makanan kedaluwarsa yang dihadirkan pada press conference di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/3).
Barang bukti makanan kedaluwarsa yang dihadirkan pada press conference di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/3). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramahan)

Hengki menerangkan, berbagai makanan yang sudah kedaluwarsa itu, usai diganti label masa berlakunya dengan yang baru kemudian dioper ke Kantor Pusat di Hayam Wuruk.

Lalu, setelah lakukan scanning barcode masa berlakunya ke sejumlah makanan kedaluwarsa itu, kemudian disimpan di gudang kawasan Cengkareng, dan siap diproduksi.

"Penyelidikan ini bermula adanya keresahan di masyarakat, merasa aneh terhadap makanan-makanan umum yang biasa dikonsumsinya ini ya. Masyarakat akhirnya mengetahui makanan yang didapat di berbagai supermarket ternama yang dibelinya ternyata kedaluwarsa. Dari rasa dan wujud isi makanan itu berubah," terangnya kembali. (BAS)

Barang bukti makanan kedaluwarsa yang dihadirkan pada press conference di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/3).
Barang bukti makanan kedaluwarsa yang dihadirkan pada press conference di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/3). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramahan)
Barang bukti makanan kedaluwarsa yang dihadirkan pada press conference di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/3).
Barang bukti makanan kedaluwarsa yang dihadirkan pada press conference di lokasi gudang penyimpanan serta pembuatan label palsu makanan kedaluwarsa, Jalan Kalianyar I, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/3). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramahan)
Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved