Investigasi Robohnya Bentang LRT Velodrome-Kelapagading Belum Beres

Investigasi robohnya bentang berbahan beton di proyek light rail transit (LRT) Velodrome-Kelapagading belum rampung juga.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Suasana pembangunan fisik proyek Light Rapid Transit (LRT) koridor I jalur Kelapa Gading - Velodrome, Kamis (27/7). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Investigasi robohnya bentang berbahan beton di proyek light rail transit (LRT) Velodrome-Kelapagading belum rampung juga.

Padahal Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Satya Heragandhi, tadinya berjanji hasil investigasi akan rampung dalam 2 pekan sejak peristiwa terjadi.

Peristiwa terjadi pada 22 Januari 2018 lalu. Sehingga seharusnya investigasi sudah selesai antara 5 - 7 Februari 2018.

Investigasi yang belum rampung baik dari Puslabfor Polri, Internal PT Jakpro, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).

Walau belum ada hasil yang jelas, PT Jakpro sudah diperbolehkan melanjutkan pengerjaan proyek tersebut.

Direktur Proyek PT Jakpro, Allan Tandiono, membenarkan hal itu.

Allan mengakui investigasi Puslabfor dan Kemenpupera belum rampung.

Sedangkan PT Jakpro tak jadi menginvestigasi karena langsung dipimpin Kemenpupera.

"Kita masih nunggu (hasilnya) dari Kemenpupera," kata Allan ketika dihubungi Warta Kota, Senin (19/2/2018) pagi.

Allan mengakui Kemenpupera belum memiliki hasil, tapi pihaknya sudah boleh mulai bekerja lagi.

Hal itu lantaran setelah tim dari Kemenpupera mengecek, ternyata tak terjadi kesalahan apapun.

"Semuanya sesuai syarat dan prosedurnya benar," kata Allan.

Berita sebelumnya tentang ini dapat dilihat di link ini : 

Baca: Hasil Audit Belum Jelas, Anies Pastikan Proyek LRT Kelapa Gading-Velodrome Berlanjut

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved