Aktivis Anti Korupsi Minta Polisi Periksa Kepala BPN Bekasi

Aktivis anti korupsi mendesak polisi memeriksa Kepala BPN Kabupaten Bekasi terkait sebuah kasus heboh disana, baru-baru ini.

Aktivis Anti Korupsi Minta Polisi Periksa Kepala BPN Bekasi
wartakota/nur ichsan
20170830 deni santo 

WARTA KOTA, BEKASI -- Center for Budget Analysis (CBA) atau Pusat Analisis Anggaran meminta kepada kepolisian agar Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi, Deni Santo, ikut diperiksa.

Deni harus diperiksa setelah dua pegawainya berinisial B dan I terbukti melakukan pungutan liar (pungli) kepengurusan dokumen sertifikat hingga Rp 20 juta.

"Kasusnya harus dikembangkan, jangan hanya pegawainya saja, tapi pimpinannya (Kepala) juga," kata Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi yang juga aktivis anti korupsi ini.

Dua oknum pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi mematok biaya kepengurusan sertifikat rumah dan tanah hingga Rp 400.000.

Baca: Pemprov DKI Tuntut Ganti Rugi Produsen Kemasan Soal Kerusakan Hutan Mangrove

Padahal menurut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) biaya mengurus sertifikat itu hanya Rp 50.000.

Mereka memanfaatkan seorang pemohon yang sedang mengurus 75 berkas sertifikat.

Setelah berkas itu rampung dicetak, mereka menagih uang Rp 20 juta ke pemohon itu.

Baca: 1.040 Kendaraan Pribadi Dihalau di Gerbang Tol Bekasi

Baca: Sekda Kota Tangerang Mendadak Ngamuk di Apel Pagi

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved