Breaking News:

Masih Banyak Anak Indonesia Tidak Sarapan, Ada Risiko Dibalik Tidak Sarapan

Prof Dr Ir Hardinsyah MS, mengatakan, masih banyak penduduk Indonesia yang tidak terbiasa sarapan.

Penulis: Gopis Simatupang | Editor:

WARTA KOTA, PALMERAH---Ahli nutrisi sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan Indonesia), Prof Dr Ir Hardinsyah MS, mengatakan, masih banyak penduduk Indonesia yang tidak terbiasa sarapan.

Dia mengatakan, hasil penelitian tahun 2012, sekitar 17-59 persen siswa sekolah dan remaja serta 30,2 persen wanita dewasa tidak terbiasa sarapan.

Baca: Sarapan Sehat Menuju Generasi Sehat Berprestasi

Selain itu, kualitas sarapan yang dikonsumsi, seperti kandungan energi, protein, vitamin dan mineralnya juga masih belum memenuhi kebutuhan gizi seimbang.

"Untuk kualitas sarapan, 45 persen anak sekolah belum memenuhi kebutuhan gizi sarapan, 70 persen belum memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral sarapan, serta 90 persen belum memenuhi kebutuhan sarapan," kaat Hardinsyah beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Hardinsyah mengatakan, dalam lima tahun terakhir kebiasaan sarapan di kalangan siswa sekolah dasar di Indonesia telah semakin meningkat.

"Tentunya ini merupakan pencapaian bagi seluruh pihak yang terlibat dalam gerakan Pesan (Pekan Sarapan Nasional) karena semakin banyak keluarga Indonesia yang mendapatkan manfaat sarapan," katanya.

Baca: Pemerintah Kota Tangerang Gelar Hari Sarapan Nasional 2018

Hardinsyah mengatakan, sarapan memiliki manfaat, antara lain, meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan anak, menanamkan kebiasaan disiplin, mempertahankan status gizi normal, hingga menurunkan risiko kejadian beberapa penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung koroner dan stroke.

Di sisi lain, bila tidak sarapan, kata Hardinsyah, dapat mengganggu produktivitas karena tubuh cepat lelah, tidak berenergi, susah berkonsentrasi serta meningkatkan risiko naiknya berat badan.

Baca: Jika Tetap Konsumsi 7 Makanan untuk Sarapan, Maka Siap Tanggung Risiko

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sarapan, Hardinsyah bersama Pergizi Pangan Indonesia menyarankan masyarakat untuk mengacu pada pedoman 6J ketika mempersiapkan sarapan sehat dengan gizi seimbang.

Pedoman 6J

  • Pertama, jenis makanan dan minuman pada sarapan: karbohidrat, protein (lauk pauk), sayur, buah dengan minuman berupa antara lain air putih, susu, kopi, teh atau jus.
  • Kedua, jumlah pangan sesuai anjuran memenuhi sekitar seperempat kebutuhan gizi harian.
  • Ketiga, jadwal sarapan dalam kurun waktu dua jam setelah bangun tidur, dianjurkan sebelum pukul 09.00.
  • Keempat, jurus mengolah dianjurkan pengolahan pangan tidak rumit dan menghemat waktu agar kandungan zat gizi pada makanan tidak banyak hilang.
  • Kelima, jurus menyiapkan penyajian yang menarik agar menggugah selera dan variasi makanan agar tidak bosan.
  • Keenam, jurus mengonsumsi tidak makan tergesa-gesa, sambil berjalan atau berlari.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved