Korban Surat Palsu malah Dianggap Ikut Membuat Surat Palsu

Dengan menghukum orang yang tak bersalah demi keserakahan harta dan kekuasaan.

Korban Surat Palsu malah Dianggap Ikut Membuat Surat Palsu
Defence.pk
Ilustrasi keputusan pengadilan dalam kasus praperadilan. 

Dia hanya menerima surat itu, yang jika pun palsu itu, setelah selesai.

"Lalu, membayar harga ganti ruginya. Ini benar-benar aneh anak ajaib," kata Agustinus.

Agustinus geleng-geleng kepala dan mengaku, dia tak habis pikir dagelan hukum yang dipertontonkan seakan dibiarkan atau diarahkan untuk terus terjadi di PN Pekanbaru.

"Jadi, aneh sekali putusannya. Poniman dibilaang terbukti turut serta membuat surat palsu atau memalsu surat ex pasal 263 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP karena percaya surat-surat itu dan membelinya. Entah teori penafsiran yang mana yang bisa membenarkan pertimbangan seperti itu. Mudah-mudahan saya dapat bukunya kalau ada," sindir Agustinus.

Persidangan Poniman dengan agenda pembacaan putusan kemarin, berlangsung molor tanpa ada keterangan masuk akal dari pihak pengadilan.

Sidang baru berlangsung Kamis petang.

Padahal, sidang itu sebelumnya dijadwalkan berlangsung Kamis pagi.

Majelis hakim yang dipimpin Bambang Myanto SH menyatakan Poniman bersalah melanggar pasal 263 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke 1 tentang Pemalsuan secara bersama sama.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan.

Atas putusan 'aneh' majelis hakim itu, Agustinus menyatakan pihaknya memutuskan untuk melawan putusan hakim ke tingkat peradilan lebih tinggi. Agustinus juga menyatakan, tak akan tinggal diam atas 'perangai' majelis hakim tersebut.

Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved