Korban Surat Palsu malah Dianggap Ikut Membuat Surat Palsu

Dengan menghukum orang yang tak bersalah demi keserakahan harta dan kekuasaan.

Korban Surat Palsu malah Dianggap Ikut Membuat Surat Palsu
Defence.pk
Ilustrasi keputusan pengadilan dalam kasus praperadilan. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kejanggalan dan akrobat hukum kembali terjadi di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (15/3/2018) petang lalu.

Kali ini, masih terkait kasus yang menyeret seorang warga biasa di Pekanbaru yang bernama Poniman.

Pada sidang tersebut, Majelis Hakim menghukum Poniman bukan karena dia terbukti memenuhi unsur pasal yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum.

"Alam dan segala ciptaaan Allah akan mengutuk dan bertindak terhadap mereka yang mencatut dan mengatasnamakan Allah untuk menghukum orang yang tak bersalah demi keserakahan harta dan kekuasaan," ujar kuasa hukum Poniman, Agustinus Hutajulu dalam penjelasannya.

Agustinus membeberkan, tindakan Poniman membeli lahan bukan termasuk unsur turut serta memalsu surat, sebagaimana dakwaan pasal 263 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

"Justru, ini karena Poniman tidak tau surat tanah itu palsu maka dia beli," katanya.

Kalau dia ikut atau turut serta memalsu suratnya, kata Agustinus, dia akan tahu surat itu palsu, maka pasti dia tidak akan beli.

"Dia itu meskipun rakyat kecil tetapi dia bukan orang gila bukan pula orang bodoh," katanya.

Soalnya, dia percaya lahan itu berada di wilayah Kelurahan Lembah Sari sebagai pecahan dari dan berasal dari Kelurahan Lembah Damai adalah karena pengukuruan dan surat-surat atau SKGR tanah itu dibuat oleh pihak Kelurahan Lembah Sari, dan diketahui atau disahkan pihak Kecamatan Rumbai Pesisir.

"Jadi, jual belinya terang dan tunai. Itu perlu dicamkan, lha kok dihukum karena turut membuat surat palsu atau memalsu surat?" kata Agustinus.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved