Tiap Hari Poros Terus yang Dibahas, Kami Pikirin Utang Negara Rp 4 Ribu Triliun Lebih Dulu Deh

Terus-menerus ditanya mengenai pembentukan poros untuk Pilpres 2019, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas), gerah.

Tiap Hari Poros Terus yang Dibahas, Kami Pikirin Utang Negara Rp 4 Ribu Triliun Lebih Dulu Deh
TRIBUNNEWS/WAHYU AJI
Zulkifli Hasan usai sosisalisasi empat pilar Pancasila di Universitas Negeri Surabaya, Jumat (28/7/2017). 

WARTA KOTA, SENAYAN - Terus-menerus ditanya mengenai pembentukan poros untuk Pilpres 2019, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas), gerah.

Ia malah mengalihkan pembahasan dengan memunculkan masalah utang negara senilai lebih dari Rp 4 triliun.

"Kami pikirin utang negara dulu deh, Rp 4 ribu triliun lebih, tiap hari poros terus yang dibahas," ujar Zulhas, di Gedung Nusantara III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2018).

Baca: Zulkifli Hasan Sudah Booking Ustaz Abdul Somad untuk Ulang Tahun MPR

Ketua MPR itu menekankan bahwa utang negara senilai Rp 4.849 triliun itu jauh lebih penting untuk disoroti, lantaran harus dilunasi oleh pemerintah, dan bukan malah terus membahas isu pembentukan poros.

Sebelumnya, Sekjen PAN Eddy Soeparno telah melakukan pertemuan setingkat Sekretaris Jenderal dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat, di salah satu mal di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (8/3/2018) lalu.

Ketiga partai itu membahas mengenai konstelasi politik menjelang Pemilu 2019. Eddy pun mengakui akan ada pertemuan lanjutan dengan kedua partai tersebut.

Baca: Zulkifli Hasan: Hanya dengan Keajaiban Poros Ketiga Bisa Terbentuk

Sedangkan Zulhas juga telah melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Rumah Dinas JK pada Selasa (13/3/2018) lalu. Dalam pertemuan tersebut, ia dan JK membahas mengenai rencana koalisi nasional dalam Pilpres 2019.

Rencananya, Zulhas juga akan bertemu Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Fitri Wulandari)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved