Breaking News:

Warga Keluhkan Posyandu Pademangan Timur karena Dikasih Makanan Basi Meski Bayar Ceban

Kasihan, warga, yang datang membawa anaknya, mendapat makanan berupa sayur sop basi dari petugas kelurahan.

Kompas.com
Ilustrasi. Harapan warga mendapatkan makanan bergizi hanya bayangan saja karena malah diberikan makanan basi. 

WARTA KOTA, PADEMANGAN -- Peristiwa tidak mengenakkan terjadi di Posyandu Pademangan Timur RT 10/RW 10, Pademangan, Jakarta Utara.

Kasihan, warga, yang datang membawa anaknya, mendapat makanan berupa sayur sop basi dari petugas kelurahan.

Salah seorang warga, Yanti (35) menceritakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (12/3/2018) kemarin.

Kejadian berawal saat warga yang datang ke posyandu, sedang antri untuk giliran pemeriksaan rutin balita.

Selama proses tersebut, konsumsi datang lebih awal dimana setiap balita dipatok Rp 10.000 (ceban) untuk menikmati makanan bergizi.

Namun, bukannya makanan bergizi, Yanti malah mendapat makanan basi dari petugas.

“Kita kecewa banget lah, udah gitu makanan juga telat datangnya. Giliran makanannya datang, eh malah begitu (basi),” keluh Yanti, Kamis (15/3/2018).

Yanti mengaku mencium bau basi yang santer dari makanan yang diberikan petugas. Padahal saat itu dirinya baru membuka bungkusan plastik berisi sayur sop tersebut. Bahkan ketika dicicipi, rasa sayur juga sudah berubah asam.

“Kalau begini sih malah mirip ngasih makan ayam daripada orang, nggak layak dengan standar gizi. Belum lagi nasinya juga terlalu sedikit,” ujar Yanti.

Mendapati hal itu, warga langsung membuang makanan basi tersebut. Yanti pun meminta tindak lanjut dari petugas terkait agar kejadian serupa tidak terjadi lagi kedepannya.

“Saya sih sudah balikin semua makanan, sebagian ibu-ibu malah langsung buang itu makanan. Tapi kata orang kelurahan, katanya mereka mau komplain ke pihak ketiga,” ucapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi melalui telepon dan WhatsApp, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara M. Helmi belum memberikan tanggapan mengenai kejadian tersebut.

Adapun Lurah Pademangan Timur, Christina Trinita enggan menceritakan kejadian tersebut. Christina beralasan sedang ada kegiatan dan menyerahkan hal tersebut kepada pihak terkait lainnya.

“Aduh saya sedang di Balai Kota. Mas, coba tanya saja ke Kasi Pemerintahan,” ujarnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved