Warga Digugat Arwah meski di Praperadilan sudah Menang

Bagaimana mungkin, seseorang yang sudah meninggal bisa melakukan proses hukum? Kemudian dijadikan dasar dan alat bukti

Warga Digugat Arwah meski di Praperadilan sudah Menang
Warta Kota/Dwi Rizki
Ilustrasi pengadilan. 

Tidak ada protes Arif itu telah dikuatkan keterangan sejumlah saksi selama persidangan berlangsung.

Sebagai pengingat, surat dasar dari laporan pelapor Boy Desvinal Salam adalah SKGR jual beli antara suami istri suami istri yaitu Ahmat Rifai Tanjung kepada Jusni Ahmat Rifai Tanjung, disaksikan oleh sempadan yaitu anaknya sendiri dan ditandatangani oleh pejabat kelurahan yang adalah Jusni Rifai Tanjung si pembeli.

Keanehan-keanehan itu telah diungkapkan dalam sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru yang berlangsung Senin (12/3/2018) kemarin. Sidang saat itu beragendakan pembacaan pledoi terdakwa

Selain itu, Agustinus menilai jaksa terlalu emosional, saat menuntut kliennya selama tiga tahun penjara.

Apalagi tuntutan jaksa itu lebih tinggi dibandingkan terdakwa lainnya.

“Pertama, tuntutan jaksa itu terlalu emosional karena lebih tinggi dari hukuman terdakwa lainnya,” kata Agustinus, Rabu (14/3/2018). 

Poniman (40 tahun) didakwa telah melakukan perbuatan tindak pidana memalsukan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) 6.987,5 meter persegi di Jalan Pramuka RT 04 RW 04, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir.

Atas perbuatannya itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru Erik, SH, menyatakan bahwa Poniman terbukti melanggar pasal 263 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Perbuatan terdakwa ini menurut jaksa dilakukan secara bersama-sama dengan tiga oknum lurah di Kota Pekanbaru dan Agusman, oknum pengacara. Mereka ini telah dijatuhi vonis hakim.

Sebelumnya telah diunggah Tribun Pekanbaru dengan tautan: Praperadilan Dikabulkan 

Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved