Warga Digugat Arwah meski di Praperadilan sudah Menang

Bagaimana mungkin, seseorang yang sudah meninggal bisa melakukan proses hukum? Kemudian dijadikan dasar dan alat bukti

Warga Digugat Arwah meski di Praperadilan sudah Menang
Warta Kota/Dwi Rizki
Ilustrasi pengadilan. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kuasa hukum terdakwa Poniman, Agustinus Hutajulu, mengungkap satu lagi kejanggalan pada kasus kliennya.

Dia memberi keterangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwa kliennya berdasarkan pada keterangan seseorang bernama M Arif Muda Tanjung yang sudah meninggal dunia sejak tahun 2011 silam.

Dengan kata lain, kasus berjalan atas dasar protes dari arwah M Arif. Sebab, kasus terhadap kliennya baru mulai mencuat pada akhir 2015.

JPU menuntut dengan mengutip kesaksian dari saksi Dasril yang mengatakan bahwa Arif Muda Tanjung (anak dari Jusni Rifai Tanjung) pernah komplain kepada Poniman pada tahun 2012 ketika Poniman akan menimbun tanah sebelum transaksi jual beli antara Idris (penjual tanah) dan Poniman (pembeli tanah).

Faktanya adalah Arif Muda Tanjung meninggal pada 23 April 2011.

Fakta persidangan terungkap dari keterangan saksi Romi dan terdakwa Poniman yang adalah teman dekat dari alm Arif Muda Tanjung.

Ditambah lagi, penasihat hukum poniman memperlihatkan bukti berupa Surat Keterangan Kematian dari Ketua RT setempat dan foto nisan makam Arif Muda Tanjung yang mengkonfirmasi bahwa benar Arif Muda Tanjung meninggal pada 24 April 2011.

Selain itu, tidak pernah ada penimbunan yang terjadi sebelum transaksi jual beli.

“Bagaimana mungkin seseorang yang sudah meninggal bisa melakukan proses hukum? Kemudian dijadikan dasar dan alat bukti atas kasus ini. Ini kan aneh,” kata Agustinus.

Menurut keterangan Agustinus, faktanya, Arif yang juga anak dari Jusni Rifai Tanjung tidak pernah datang memrotes penjualan lahan yang didakwakan pada kliennya melanggar hukum tersebut.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved