PNS Pria Tak Bisa Seenaknya Cuti Sebulan Saat Istri Melahirkan, Ini Penjelasan Kementerian PANRB

Dalam hal istri melahirkan, seorang PNS laki-laki bisa memanfaatkan cuti tersebut, namun, bukan untuk mengambil cuti baru selama sebulan.

PNS Pria Tak Bisa Seenaknya Cuti Sebulan Saat Istri Melahirkan, Ini Penjelasan Kementerian PANRB
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mengikuti pemeriksaan tes urine di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Senin (20/11/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) menjelaskan, setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) berhak mengambil cuti karena alasan penting.

Dalam hal istri melahirkan, seorang PNS laki-laki bisa memanfaatkan cuti tersebut, namun, bukan untuk mengambil cuti baru selama sebulan.

“Cuti tersebut bukanlah cuti tersendiri semata-mata karena istri melahirkan, tetapi cuti karena alasan penting, yang antara lain dapat diambil untuk mendampingi istri apabila proses kelahirannya betul-betul membutuhkan pendampingan, seperti operasi caesar atau membutuhkan perawatan khusus,” jelas Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANB Herman Suryatman, di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Baca: Asyik! Pemprov DKI Juga Berikan Cuti Sebulan Bagi PNS Pria untuk Temani Istri Melahirkan

Melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun, Herman menanggapi sejumlah pemberitaan di media yang menyebut PNS dapat cuti satu bulan.

Berdasarkan Pasal 310 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), ada tujuh jenis cuti untuk PNS, yaitu cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti karena alasan penting, cuti bersama, dan cuti di luar tanggungan negara.

Aturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil, dijelaskan bahwa pemberian cuti karena alasan penting terdiri dari 15 poin.

Baca: Penyerang Gereja di Sleman Cuma Mau Menikah dengan Bidadari

Pada poin 3 berbunyi : “PNS laki-laki yang isterinya melahirkan/operasi caesar dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.”

"Jadi tidak benar bahwa PNS laki-laki bisa begitu saja mengambil cuti sampai 1 bulan apabila istrinya melahirkan, tetapi ada ketentuan yang ketat, yakni harus melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan," papar Herman.

Sedangkan untuk lama cuti karena alasan penting, seorang PNS dapat mengajukan permintaan secara tertulis disertai bukti dokumen pendukung.

“Pengertian satu bulan itu merupakan waktu paling lama. Tidak selalu satu bulan, tetapi bisa kurang, disesuaikan dengan kondisi objektif dan alasan yang akuntabel,” terangnya. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved