Peredaran Narkoba Sudah Sangat Memprihatinkan Karena Melibatkan Anak Anak Yang Tak Berdosa

Modus penyelundupan narkoba semakin canggih dan beragam, jaringan narkotika di Indonesia sudah menjadikan anak di bawah umur sebagai kurir.

Peredaran Narkoba Sudah Sangat Memprihatinkan Karena Melibatkan Anak Anak Yang Tak Berdosa
ist

WARTA KOTA, PALMERAH ----Banyak berita miring tentang upaya pemberantasan narkotika di kalangan artis yang dinilai sebuah pencitraan bagi aparat terkait dalam hal ini BNN maupun kepolisian, untuk menaikan jabatan, pernyataan tersebut dibantah oleh mantan Kepala BNN, Budi Waseso.

“Itu merupakan pandangan yang salah, tindakan ini justru untuk memutuskan mata rantai jaringan narkoba yang selama ini mengangkangi dunia artis.

hanya saja kebetulan yang ditangkap itu adalah seorang artis, maka nggak heran bila berita jadi seperti itu”, kata  Budi Waseso dalam diskusi KPPN DPP Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Budi Waseso mengatakan, karena belum semua instansi pemerintah benar benar serius dalam hal menanggulangi penyalahgunaan barang haram itu.

ia mencontohkan, karena belum adanya program khusus di sejumlah kementerian untuk itu,parahnya lagi hal itu belum masuk di kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah.

“Semestinya setiap kementerian yang terkait dengan masalah itu mempunyai program khusus kampanye bahaya narkoba, misalnya Kementerian Kesehatan, lalu Kemendiknas. Kemenpora juga, semuanya itu harus punya.

Tapi kenyataannya hingga  hari ini Indonesia belum mempunyai ketegasan, tapi cuma lips service aja. Bilangnya sih perang terhadap narkoba, inikan masalah bangsa dan negara, bukan hanya tugas BNN dan polisi saja", ujar   Buwas.

Menurutnya modus penyelundupan narkoba saat ini semakin canggih dan beragam, parahnya jaringan narkotika di Indonesia pun sudah menjadikan anak di bawah umur sebagai kurir.

“Saat ini ragam narkoba itu macam macam, ada yang berbentuk cair atau tisu, atau bahkan yang terbaru ada dalam bentuk majalah. Satu lembar majalah bisa menjadi bahan baku 2.000 pil ekstasi.

Jaringannya makin sadis, para pelaku memanfaatkan anak seumuran SD dan SMP untuk menjadi kurir mengantar barang itu ke diskotek

Halaman
12
Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved