Kendaraan Bermotor Dilarang Parkir di Kawasan GBK Saat Asian Games 2018

Guna pencanangan Asian Games 2018 yang ramah lingkungan, kendaraan pribadi akan dilarang parkir di kawasan Gelora Bung Karno.

Kendaraan Bermotor Dilarang Parkir di Kawasan GBK Saat Asian Games 2018
Warta Kota Network
Lokasi parkir liar di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Guna pencanangan Asian Games 2018 yang ramah lingkungan, kendaraan pribadi akan dilarang parkir di kawasan Gelora Bung Karno.

"Kok GBK gak boleh masuk mobil? Tidak ada salahnya juga kita berjalan kaki," ucap Presiden Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC), Erick Thohir di Media Centre Stadion Utama Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (15/3).

Hal itu juga sebagai langkah mendukung masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

Pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dengan cara itu juga bertujuan agar menimbulkan disiplin hidup sehat.

"Biasa mendisiplinkan diri, antri dan lain-lain. Apapun kontribusi kita, sekecil apapun itu kita membantu dunia kita yang semakin tua," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK), Winarto menambahkan hal tersebut akan dilakukan selama dimulainya pertandingan Asian Games 2018 pada bulan Agustus hingga berakhir.

Kawasan Senayan yang dimaksud tak hanya di Stadion Gelora Bung Karno saja, namun juga Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, pintu satu Stadion Gelora Bung Karno, dan sebagian Jalan Sudirman.

“Tidak ada kendaraan yang boleh masuk ke kawasan Senayan ini. Itu nanti akan tertutup untuk kendaraan pribadi, jadi orang hanya bisa parkir di luar kawasan itu,” kata Winarto.

Hingga saat ini, lanjutnya masih terus dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait rencana tersebut.

Pihaknya pun sedang melakukan diskusi untuk mencari daerah yang bisa dijadikan alternatif sebagai kantung parkir.

“Ini sekarang masih dalam kajian, di seputaran itu ada misalnya halaman DPR itu nanti akan diminta untuk jadi kantong parkir ya. Kalau di sekitar sini itu masih dalam proses sekarang. Masih dalam proses pendataan termasuk mereka (polisi) akan uji coba, kalau ditutup kan buntutnya ada efek kan, nah itu dikaji,” ujarnya menjelaskan.

Sebagai gantinya, ia menyatakan akan menyediakan fasililitas shuttle bus di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Hal itu dilakukan untuk memudahkan masyarakat yang memasuki kawasan GBK.

“Di dalam ada shuttle bus,” kata Winarto. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved