Breaking News:

Polisi Ringkus Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan di Makasar setelah Buron Setahun

Polisi menyebut pelaku kerap kali perpindah-pindah sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan penangkapan.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Fred Mahatma TIS
Warta Kota/Joko Supriyanto
BAYU Sugiharto alias Kuskus berhasil ditangkap oleh jajaran Reserse Kriminal Polsek Makasar dalam kasus pidana Pemerkosaan dan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, setelah setahun buron. Foto diambil Rabu (14/3/2018). 

WARTA KOTA, MAKASAR --- Bayu Sugiharto alias Kuskus berhasil ditangkap oleh jajaran Reserse Kriminal Polsek Makasar dalam kasus pidana pemerkosaan dan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Kasus tersebut sudah bergulir sejak setahun yang lalu, Polisi menyebut pelaku kerap kali perpindah-pindah sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan penangkapan.

Kapolsek Makasar, Kompol Nurdin A Rahman, mengatakan bahwa dalam peristiwa tersebut terdapat tiga pelaku. Namun satu pelaku di antaranya sudah ditangkap lebih dulu dengan kasus yang berbeda, yakni terkait kasus narkoba yaitu Sahroyadi. Sementara Roy masih buron.

"Perbuatan keji ini terjadi tahun lalu di kamar kos korban di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Pelaku mencuri dan memerkosa korban secara bergilir. Pelaku kita tangkap awal Maret 2018," kata Nurdin, Rabu (14/3/2018).

Nurdin mengatakan, pengungkapan kasus ini berjalan lama karena pelaku selalu kabur dan berpindah-pindah. Kasus ini baru menemui titik terang saat polisi menahan Sahroyadi akibat kasus narkoba dua bulan sebelum Kuskus tertangkap.

"Mereka ini kabur terus ke bandung. Nah mungkin pelaku ini merasa sudah tidak dikejar lagi, akhirnya kita tangkap," katanya.

Peristiwa ini dianggap kejam menurut pria berpangkat melati satu tersebut, pasalnya, tiga pelaku dengan tega memperkosa korbannya sebanyak sembilan kali.

"Saya anggap mereka ini kejam, karena apa, mereka bergantian sebanyak 3 kali, untuk itu saya sampaikan harus dilakukan penangkapan," katanya.

Dikatakan Nurdin saat ini korban juga sudah tidak tinggal lagi di kawasan tersebut, namun setelah pelaku diamankan korban merasa lega.

"Korban pastinya trauma dan bahkan tidak bekerja dalam satu bulan. Namun beberapa waktu lalu kita hubungi setelah pelaku ditangkap, korban pun sudah merasa lega," katanya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved