DP Nol Rupiah

Gandeng Swasta untuk Rumah DP 0 Rupiah, Sandiaga Temukan Kendala Ini

Walau membuka lebar peran serta pihak swasta untuk berinvestasi dalam program DP 0 Rupiah, Sandiaga mengaku menemui sejumlah kendala.

Gandeng Swasta untuk Rumah DP 0 Rupiah, Sandiaga Temukan Kendala Ini
Kompas.com/David Oliver Purba
RUMAH contoh dari rencana 100 unit rumah tapak DP Rp 0 di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA --- Disanksikan hingga dinilai tidak masuk akal oleh sejumlah pihak, realisasi program Rumah DP 0 Rupiah tetap diupayakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno pun menyebut bakal menggandeng pihak swasta. 

Langkah tersebut dipilihnya guna mengejar target pembangunan Rumah DP 0 Rupiah yang ditetapkan sebanyak 50.000 unit dalam lima tahun masa kepemimpinannya. Jumlah yang menurutnya masih sangat jauh dibandingkan dengan kekurangan hunian atau backlog warga Ibukota yang mencapai sebanyak 200.000 hingga 250.000 unit.

"Kita bersama pihak swasta berharap menjalin kerja sama dengan inisiatif bermitra meliputi pemerintah-swasta dan bagian kelompok masyarakat dalam konsep penciptaan lapangan kerja," ungkapnya kepada wartawan di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).

Terkait hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta lewat PD Pembangunan Sarana Jaya telah menggandeng PT Totalindo dalam pembangunan Rumah DP 0 Rupiah di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, yaitu apartemen atau rumah susun Klapa Village. Kerjasama tersebut katanya menjadi bukti sinergitas pemerintah dan swasta dalam mensejahterakan warga.

"Pemprov DKI menargetkan sebanyak 50.000 unit hunian untuk lima tahun ke depan, tetapi ingat program ini harus melibatkan masyararakat dan dunia usaha. Makanya rumah tapak DP Rp 0 di Rorotan (Jakarta Utara) itu harus diapresiasi, karena itu merupakan inisiasi swasta dalam proses partisipatif," ungkapnya.

Walau dirinya membuka lebar peran serta pihak swasta untuk berinvestasi dalam program DP 0 Rupiah, dirinya mengaku menemui sejumlah kendala, khususnya terkait syarat, cara pembiayaan, serta metode jual beli Rumah DP 0 Rupiah.

Karena itu diharapkannya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) khusus Rumah DP 0 Rupiah dapat segera terbentuk.

"Ada empat sampai lima keluhan yang sama setiap hari berkaitan dengan perumahan, antrian rusunawa, dan keinginan warga memiliki perumahan yang layak, terjamin dan terjangkau. Diharapkan warga yang selama ini sudah mendapatkan tempat tinggal, bisa naik kelas. Ini harapan kita jadi solusi perumahan secara permanen,” ujarnya.

"Ini yang memicu kita untuk mendorong terus bulan depan lahirnya BLUD khusus untuk rumah DP Rp 0. Jadi zero down payment ini menjadi harapan kita untuk mengisi backlog sekitar 200.000 hingga 250.000 unit hunian," imbuh Sandiaga.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved