Breaking News:

Bertahun-tahun Dualisme, Dua Kubu Apersi Nyatakan Islah

Dua kubu kepengurusan DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia sepakat menyudahi perselisihan.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Feryanto Hadi
Dua kubu kepengurusan DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) sepakat menyudahi perselisihan yang telah terjadi sejak beberapa tahun lalu. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU --  Dua kubu kepengurusan DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) sepakat menyudahi perselisihan yang telah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

Bertempat di Hotel Grand Dhika, pihak DPP Apersi di bawah Kepengurusan Junaedi Abdillah dan DPP Apersi di bawah Kepengurusan Endang Kawidjaja mengumumkan kesepakatan islah, mengakhiri pertengkaran kedua belah pihak hingga berimbas pada keanggotaan di tingkat wilayah.

Ketua Umum Apersi, Junaidi Abdillah menyatakan, islah tersebut merupakan inisiatif kedua kubu dan difasilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang diawali dengan telah ditanda tangani nota kesepakatan tertanggal 28 februari 2018.

Hasil pertemuan tersebut menyepakati dibentuknya tim rekonsiliasi dan penyatuan DPP APERSI

"Selama ini kami sempat berpisah, bercerai, tapi sekarang kami rujuk. Menyatunya kami didorong oleh kepentingan yang sama. Intinya, bagaimana kita mewujudkan program-peogram kita untuk mendukung pemerintah khususnya program satu juta rumah yang saat ini sedang berjalan," ungkap Junaidi saat menggelar konferensi pers di Hotel Grand Dhika, Rabu (14/3/2018) petang.

Ia menambahkan, tim rekonsiliasi bertugas membuat kesepakatan bersama guna mendetailkan seluruh opsi, menyusun langkah-langkah dan membicarakan seluruh rangkaian kerja penyatuan.

Untuk kemudian dilaksanakan menjadi Langkah-langkah penyatuan sampai nanti terwujud dan terlembagakan Penyatuan DPP Apersi secara Bermartabat, Legal, Formal dan sesuai dengan AD/ART Organisasi Apersi.

Baca: Vicky Shu Menangis Pikirkan Ribuan Jemaah Korban First Travel

“Semua langkah itu sesuai pesan bapak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai Pembina organisasi Apersi. Beliau berpesan dan meminta kami bersatu kembali agar Apersi menjadi Kesatuan Organisasi yang besar dan kuat, sehingga bisa berperan lebih optimal sebagai mitra pemerintah dalam mensukseskan program sejuta rumah,” ujar Junaidi Abdillah.

"Adapun untuk kepengurusan nanti akan dibahas bersama kedua belah pihak dan tentunya hasilnya harus mengakomodir dua kubu. Kami inginnya perkawinan yang total sehingga tidak bercerai lagi. Saya ingin islah ini mewakili kepentingan DPP, DPD dan anggota," imbuhnya.

Amanah Munas

Endang Kawidjaja mengatakan, islah ini didasari oleh keinginan bersama untuk menjalankan roda asosiasi dengan semangat kekompakan serta mencapai tujuan yang baik di masa mendatang.

Islah ini sudah menjadi amanah di masing-masing munas.

Memang tidak selalu mulus jalannya, ada yang mengganggu.

Tapi kami yakin, penyatuan ini yang terbaik buat anggota. Untuk ketua umumnya, kini hanya Pak Jun. Sedangkan pengurusnya nanti akan dirancang bersama. Harapan saya, kaum-kaum muda bisa diakomodir," kata Endang Kawidjaja.

Setelah adanya islah ini, Endang mengajak semua anggota baik di pusat atau daerah untuk fokus menjalankan aktivitasnya.

Terlebih, menurutnya, saat ini para anggota APERSI masih fokus dan berkomitmen menyediakan rumah bersubsidi sesuai program pemerintah.

"Setelah penggabungan ini, setidaknya ada 2600 anggota kami yang berkontribusi dalam program sejuta rumah," kata Endang Kawidjaja.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved