Satu Orang Hacker Berhasil Raup Rp 200 Juta Hasil dari Retas Situs Korbannya

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil menangkap sebanyak tiga orang peretas atau hacker.

Satu Orang Hacker Berhasil Raup Rp 200 Juta Hasil dari Retas Situs Korbannya
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Sebanyak tiga orang peretas atau hacker dihadirkan pada rilis Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ) berhasil menangkap sebanyak tiga orang peretas atau hacker.

Hasil dari aksinya tersebut, para pelaku, NA (21), KPS (21), ATP (21) bisa meraup hingga Rp 200 juta hasil dari meretasnya tersebut.

“Para pelaku ini meretas sistem sebuah situs. Lalu setelah berhasil meretas, mereka mengirimkan email kepada admin situs tersebut,” kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya, saat menjelaskan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya yang berhasil menangkap sebanyak tiga orang peretas atau hacker di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).
Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya, saat menjelaskan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya yang berhasil menangkap sebanyak tiga orang peretas atau hacker di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018). (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

Dalam email tersebut, pelaku menyatakan mempunyai kelemahan situs itu dan bisa memperbaikinya.

Pelaku juga telah mengambil data-data yang berada di situs tersebut.

Namun, untuk memperbaiki dan mengembalikan data-data tersebut, pelaku meminta sejumlah uang.

“Mereka memintanya sebesar Rp 20 sampai Rp 25 juta untuk jasanya. Lalu pembayaran melalui paypal dan bitcoin. Selama beraksi satu tahun, masing-masing pelaku meraup Rp 50 sampai Rp 200 juta,” kata Argo.

Para pelaku sendiri merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi. Mereka meretas berbagai situs dari pemerintah maupun swasta dan baik di dalam negeri ataupun di luar negeri.

“Mereka tergabung dalam kelompok SBH (Surabaya Black Hat) jumlahnya 600 sampai 700 orang dan telah meretas kurang lebih 3.000 situs di seluruh dunia,” jelasnya.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved