Pengurus RT Tempat Perjudian di Sawah Besar Menghilang

Roma juga menceritakan bahwa rumah itu sempat digrebek petugas kepolisian, namun tak menemukan seorang pun.

WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Rumah yang dijadikan tempat perjudian di Jalan Dwi Warna VIII Gang C, Sawah Besar, Jakarta Pusat. 

WARTA KOTA, SAWAB BESAR - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan, saat dirinya menghampiri rumah pengurus RT di dua tempat perjudian di Jalan Dwi Warna VIII Gang C, Sawah Besar, Jakarta Pusat, orang tersebut sudah kabur.

Padahal, pengurus RT setempat hendak diinterogasi terkait rumah yang dijadikan tempat perjudian kelas tinggi yang kerap didatangi warga asing untuk turut bermain.

"Semua pokok permasalahan ini pengurus RT setempat pasti sudah mengetahui sepak terjang kedua rumah yang dijadikan tempat perjudian, dan pelaku juga suka berpindah-pindah," kata Roma saat dikonfirmasi, Selasa (13/2/2018).

Rumah yang dijadikan tempat perjudian di Jalan Dwi Warna VIII Gang C, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Rumah yang dijadikan tempat perjudian di Jalan Dwi Warna VIII Gang C, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (WARTA KOTA/RANGGA BASKORO)

Roma juga menceritakan bahwa rumah itu sempat digrebek petugas kepolisian, namun tak menemukan seorang pun. Hingga kini polisi juga masih mencari sang pemilik rumah.

"Ya sekitar empat bulan lalu, sekitar Bulan November lalu kedua rumah itu pernah digerebek namun rumah itu sepi, dan polisi juga belum tahu siapa pemiliknya," ujarnya.

Ia mencurigai dua rumah tersebut disalahgunakan oleh seorang yang mengontrak dengan modus mencari rumah untuk didiami keluarganya. Namun, malah dijadikan tempat perjudian.

Rumah yang dijadikan tempat perjudian di Jalan Dwi Warna VIII Gang C, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Rumah yang dijadikan tempat perjudian di Jalan Dwi Warna VIII Gang C, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (WARTA KOTA/RANGGA BASKORO)

Kanit Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung mengatakan, polisi hingga kini sedang mencari Ketua RT setempat, karena dicurigai ada 'main' dengan pengelola tempat perjudian.

“Kalau emang ketua RT tidak terlibat, kenapa harus menghilang? Bisa jadi ia turut serta karena tidak melarang adanya lokasi perjudian di lingkungannya‎, saat ini kami sedang mencari,” tutur Tahan. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved