Sistem Ganjil-Genap, Ancaman Kemacetan di Jalur Arteri Bekasi Tidak Terwujud

Yayan Yuliana menilai, pengendara golongan I asal Kota Bekasi mulai menyiasati perjalanannya.

WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Jumlah kendaraan golongan I yang berputar balik di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur selama pelaksanaan pelat ganjil-genap, mencapai 253 unit pada Senin (12/3/2018) pagi. 

WARTA KOTA, BEKASI---Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana, menilai, pengendara golongan I asal Kota Bekasi yang biasa melintasi ruas tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta mulai menyiasati perjalanannya pada Senin (12/3/2018) pagi.

Siasat ini dilakukan guna menghindari adanya pemberlakukan ganjil-genap di ruas tol tersebut yang dimulai pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB.

"Pergerakan kendaraan jadi lebih pagi dari biasanya, mereka berbondong-bondong menghindari sistem ini," kata Yayan di Mega Bekasi City, Bekasi Selatan.

Karena itu, Yayan menilai kekhawatiran kepadatan kendaraan di jalur arteri akibat kebijakan ini rupanya tidak terwujud.

Sebab berdasarkan laporan petugas di lapangan, sejumlah titik yang menjadi jalur alternatif pengendara menuju Jakarta tampak ramai lancar.

Baca: Kapolri Minta Sanksi Tilang Ditiadakan Selama Sosialisasi Ganjil-Genap

Selama ini pemerintah daerah mengantisipasi adanya perpindahan laju kendaraan mobil golongan I yang tidak sesuai jadwal ke jalur arteri selama pelaksanaan ganjil-genap.

Jalur arteri itu misalnya Jalan Ahmad Yani, Jalan KH Noer Alie, Jalan Ir H Djuanda, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Chairil Anwar, Jalan Joyomartono, Jalan Mayor Hasibuan, Jalan Sudirman, dan Jalan Sultan Agung.

"Kepadatan justru tetap terjadi di gerbang tol dan di dalam tol, karena pengendara berangkat lebih pagi untuk menghindari kebijakan ini," kata Yuliana.

Baca: Ada Aturan Ganjil Genap, Ratusan Kendaraan Golongan I Putar Balik di Tol Bekasi Barat dan Timur

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan tiga paket kebijakan di ruas tol Japek melalui Permenhub Nomor 99 tahun 2019 dan Permenhub Nomor 18 tahun 2018.

Ketiga paket kebijakan ini adalah aturan ganjil-genap pelat kendaraan bagi golongan I di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta. Lalu pembuatan jalur khusus angkutan bus di bahu jalan tol, dan pembatasan jam operasional kendaraan barang (dua arah) pada golongan III, IV dan V.

Baca: Sistem Ganjil-Genap, Warga Beralih ke Bus Transjabodetabek: Jam Sibuk Pukul 06.00-07.00 WIB

Ketiga paket kebijakan ini berlaku mulai 12 Maret 2018 setiap hari kerja, Senin-Jumat dari pukul 06.00-09.00. Sementara akhir pekan dan libur nasional ditiadakan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved