Jalan Lenteng Agung Raya Semakin Macet, Ini Usul Warga

Ramainya pendatang hingga bergesernya kawasan permukiman bagi pekerja ibu kota, menjadi pemicu utama kemacetan di jalan lintas provinsi.

Jalan Lenteng Agung Raya Semakin Macet, Ini Usul Warga
WARTA KOTA/DWI RIZKI
Jalan Lenteng Agung Raya macet, Minggu (11/3/2018) petang. 

WARTA KOTA, JAGAKARSA - Ramainya pendatang hingga bergesernya kawasan permukiman bagi pekerja ibu kota, menjadi pemicu utama kemacetan di jalan lintas provinsi. Salah Satunya Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Jalan Lenteng Agung Raya, yang terbentang mulai dari Stasiun Tanjung Barat hingga gerbang masuk Kota Depok, Jawa Barat itu, kini menjadi lokasi kemacetan terparah di ibu kota.

Seperti pengamatan Warta Kota kembali pada Minggu (11/3/2018) petang kemarin. Walau merupakan libur akhir pekan, Jalan Lenteng Agung Raya terlihat macet pada sejumlah titik terpisah, antara lain kawasan stasiun, mulai dari Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Lenteng Agung, Stasiun Universitas Pancasila, serta pintu perlintasan kereta api (KA) Kampus IISIP dan Srengseng Sawah.

Baca: Survei Alvara: 60 Persen Responden Setuju Prabowo Subianto Berpasangan dengan Anies Baswedan

Selain karena adanya aktivitas kereta, kemacetan juga disebabkan ramainya kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan perbelanjaan di Jalan Margonda Raya. Hal tersebut terus berulang pada setiap jam sibuk, baik pagi dan sore hari, dan terus berulang setiap hari.

"Setiap hari emang macet, karena kan Jalan Lenteng ini jalan utama dari Depok ke Jakarta. Orang Citayam-Bogor juga lewat sini, jadinya ya pasti macet. Apalagi di setiap stasiun banyak angkot pada ngetem, belum lagi kereta lewat, ya jalanan pasti tambah macet," ungkap H Didik (59), warga RT 06/01 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, di Taman Lenteng Agung, Minggu (11/3/2018).

Menurutnya, pemerintah harus melakukan terobosan transportasi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang terjadi sepanjang hari. Upaya tersebut seperti pelebaran jalan, berbarengan dengan pengoptimalan transportasi umum seperti commuter line dan Transjakarta.

"Itu kan ada tanah tuh, ada tiga meteran. Nah, dilebarin jalannya. Jadi kan yang mau belok (dari Tanjung Barat) di pintu kereta IISIP enggak ganggu yang mau ke Depok," usulnya, menunjuk lahan di sisi kanan Jalan Lenteng Agung, mulai dari batching plant Lenteng Agung hingga pintu perlintasan KA Kampus IISIP. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved