Selain Jalan Layang Non Tol, Pembuatan Lukisan Mural Akan Sasar Perkampungan

"Anak anak antusias dan serius banget ngerjain muralnya, terlihat kekompakan tim dari masing-masing sekolah. Saya bangga tentunya.."

Selain Jalan Layang Non Tol, Pembuatan Lukisan Mural Akan Sasar Perkampungan
Istimewa
PEMBUATAN lukisan mural di sekitaran tiang kolong jembatan layang non tol Antasari, Sabtu (10/3/2018) 

WARTA KOTA, CILANDAK -- Setelah kegiatan pengecatan di Kolong Jalan Layang Non Tol Casablanca sukses menjadikan pemandangan cantik, kini giliran tiang kolong Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari yang bertabur lukisan mural, setelah pada Sabtu (10/3/2018) ratusan siswa dari SMA dan SMK se DKI Jakarta memoles tiang itu dengan sentuhan kreativitas.

Sejumlah masyarakat mengapresiasi upaya Pemprov DKI tersebut. Pada Sabtu siang, banyak pengguna lalulintas yang penasaran dan berhenti untuk menyaksikan proses kreatif pembuatan mural.

Baca: Lukisan Mural 3 Dimensi di Kolong Jalan Layang Antasari Menjelma Jadi Spot Selfie

"Cara yang bagus dari pak gubernur untuk mempercantik kota. Saya sebagai warga jelas mendukung. Kalau bisa di lokasi lain juga dilakukan hal serupa daripada remaja kita melakukan aksi vandalis," kata warga bernama Teguh.

Lurah Cipete Utara, Mohamad Yohan juga bergembira karena sebagian program itu menyasar wilayahnya. Sepanjang hari ia terus memantau para siswa yang dengan telaten melukis mural.

PEMBUATAN lukisan mural di sekitaran tiang kolong jembatan layang non tol Antasari, Sabtu (10/3/2018)
PEMBUATAN lukisan mural di sekitaran tiang kolong jembatan layang non tol Antasari, Sabtu (10/3/2018) (Istimewa)

"Anak anak antusias dan serius banget ngerjain muralnya, terlihat kekompakan tim dari masing-masing sekolah. Saya bangga tentunya, karena sebagian wilayah saya kini lebih cantik," kata dia.

Marulina Dewi selaku Kasubag Kerja Sama Biro Tapem Pemprov DKI mengatakan, dasar pelaksanaan Instruksi Program Pengecatan Kolong Jalan Layang Non Tol Antasari adalah Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Program Pengecatan Kolong Layang Jalan Layang Non Antasari.

"Program Penataan Kolong JLNT diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. bekerja sama dengan beberapa mitra kerja melalui program Tanggung Jawab Sosial Dunia Usaha atau Corporate Social Responsibility (CSR)," ujar Dewi ditemui Sabtu siang.

PT BRI, dikatakan Dewi, mendukung seluruh kebutuhan pengecatan dan hadiah lomba pengecatan selain bahan cat. Kemudian perusahaan cat yaitu PT Jotun Indonesia (cat Jotun) , PT ICI Paints (cat dulux) dan PT Chemical Bintang Indonesia (cat Belkote) masing-masing menyediakan kebutuhan cat untuk 64 tiang, kaos, rompi dan topi bagi siswa SMA/SMK.

Selain itu, imbuh Dewi, Pemprov DKI Jakarta juga berkolaborasi dengan sejumlah seperti Institut Kesenian Jakarta untuk melakukan seleksi design lukisan dan hasil cat para siswa SMA/SMK.

"Desain mural hasil karya 108 SMA/SMK dan sederajat yang kemudian diseleksi oleh Institut Kesenian Jakarta hingga lolos sebanyak 64 sekolah yang melukis di 64 tiang," kata Dewi.

"Tema desain adalah gambar terkait mengenai seni, budaya, dan pembangunan Kota Jakarta dulu dan sekarang. Khusus tembok bawah jalan layang Non Tol Antasari yang berada didesign dan dicat oleh Seniman dan Komunitas," imbuhnya.

Dewi pun memastikan Pemprov DKI akan melakukan kegiatan mempercantik kawasan lainnya dengan pengecetan mural di lokasi-lokasi lain.

"Ke depan ada rencana bersama Kementrian BUMN kerja sama. Tapi lokasinya belum ditetapkan," tutur Dewi.

"Untuk lokasi, selain di tiang JLNT seperti ini, kita juga mengarah ke kampung-kampung supaya bisa dinikmati penduduk juga program mengindahkan kota seperti ini," imbuhnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved