Sejumlah Lapak dan Kendaraan Bermotor di Koja Terjaring Razia

Sebanyak 94 petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dishub, PPSU, melakukan penertiban terhadap sejumlah lapak dan kendaraan bermotor

Sejumlah Lapak dan Kendaraan Bermotor di Koja Terjaring Razia
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Satpol PP saat melaksanakan penertiban trotoar di wilayah Kecamatan Koja, Jumat (9/3). 

WARTA KOTA, KOJA -- Sebanyak 94 petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dishub, PPSU, melakukan penertiban terhadap sejumlah lapak dan kendaraan bermotor di wilayah Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat (9/3).

Hasilnya sejumlah lapak Pedagang Kecil Menengah (PKM) ditertibkan.

Sementara kios dan gerobak lainnya mendapat himbauan dari petugas agar tidak menyalahgunakan trotoar sebagaimana mestinya.

Satpol PP saat melaksanakan penertiban trotoar di wilayah Kecamatan Koja, Jumat (9/3).
Satpol PP saat melaksanakan penertiban trotoar di wilayah Kecamatan Koja, Jumat (9/3). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Kepala Satpol PP Kecamatan Koja Roslely Tambunan mengatakan kegiatan tersebut digelar di beberapa lokasi seperti di Jalan Bayangkara, di Jalan Cemara, dan di Jalan Kramat Jaya, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

“Total ada 11 kios dan gerobak yang dihimbau, sementara 15 lainnya yang terdiri dari lapak PKM, jirigen dan decker ditertibkan petugas untuk selanjutnya dikirim ke Gudang Walang,” ujarnya, Jumat (9/3).

Adapun PKM lainnya, harus membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Sementara untuk kendaraan yang ditertibkan karena parkir sembarangan, ada 33 unit dimana 10 unit dicabut pentil bannya dan 23 unit lainnya hanya mendapat himbauan.

“Pedagang tersebut membuat pernyatan bahwa dirinya bersedia membongkar lapaknya sendiri dalam waktu tiga hari kedepan. Pedagang ini baru pertama kali terjaring razia,” ucap Roslely.

Menurutnya, permasalahan yang ditemukan akibat kurang pedulinya warga terhadap trotoar.

Sehingga warga memanfaatkan lahan di atas saluran air dan trotoar untuk mendirikan serta menempatkan barang dagangannya.

Satpol PP saat melaksanakan penertiban trotoar di wilayah Kecamatan Koja, Jumat (9/3).
Satpol PP saat melaksanakan penertiban trotoar di wilayah Kecamatan Koja, Jumat (9/3). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

“Selanjutnya untuk pengawasan dan pengendalian pascaoperasi diserahkan kepada camat dan lurah setempat dibantu Satpol PP. Warga juga dihimbau tidak memanfaatkan lahan di atas trotoar dan saluran air,” katanya.

Salah satu pedagang, Maimuna (34) mengaku hanya bisa pasrah dengan penertiban yang dilakukan oleh petugas.

Pedagang soto yang berjualan di Jalan Kramat Jaya itu akhirnya membuat surat pernyatan untuk segera membongkar lapaknya.

“Kalau udah begini ya pasrah aja mas. Saya memang nggak tahu kalau jualan di sini nggak boleh. Ini saya masih bingung cari tempat dimana yah enaknya buat berjualan, belum tahu mau kemana,” ujarnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved