Ini Penyebab Rumah Susun KS Tubun Belum Berpenghuni

Wanita yang akrab disapa Yanti ini menuturkan, Rusun KS Tubun tidak jauh berbeda bentuknya seperti apartemen.

Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Rumah Susun Sewa KS Tubun, di Jalan KS Tubun I, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, sejak rampung 2017 lalu hingga kini belum terisikan oleh penghuni, Jumat (9/3/2018). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Dwiyanti Chotifah, Kepala Unit Pengelola Rusun (KUPRS) Jatirawasari, membenarkan hingga kini 520 unit Rumah Susun (Rusun) KS Tubun di Jalan KS Tubun I, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, belum berpenghuni.

"Sampai saat ini belum terisi, karena kan harus diketok dulu oleh pihak DPRD. Terkait tarif per-unitnya, diperkirakan Rp 1,7 Juta. Namun, soal itu (tarif sewa) belum pasti," ujarnya, Jumat (9/3/2018).

"Karena, Rusun KS Tubun ini diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah. Hanya, terkait tarif, kami sudah ajukan sekian-sekian, tapi kan harus dapat persetujuan dulu, baik itu dari Pak Gubernur DKI Jakarta maupun DPRD," sambung Dwiyanti.

Baca: Tingkat Kepuasan Masyarakat di Level 60 Persen, Lampu Kuning Buat Jokowi

Wanita yang akrab disapa Yanti ini menuturkan, Rusun KS Tubun tidak jauh berbeda bentuknya seperti apartemen. Rusun KS Tubun, menurut Yanti, juga bukan ditujukan untuk warga yang menjadi korban penggusuran.

"Kalau yang terprogram (korban gusuran) kan diarahkan ke Rusun Blok. Kalau yang ini Rusun KS Tubun kan tower, bukan blok. Soal fasilitas di Rusun KS Tubun, biasa-biasa saja. Standar di rusun. Sudah ada sekuritinya, teknisi, serta tenaga kebersihan. Kalau fasilitas, hanya lift," paparnya.

Yanti belum bisa memastikan kapan Rusun KS Tubun bisa diisi penghuni.

"Belum dapat memastikan, bisa atau tidaknya terisi penghuni," ucapnya. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved