Persediaan dan Pasokan Produk Pangan di Lima Pasar Tradisional Jaksel Aman

Mereka melakukan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu di lima pasar tradisional dan satu pasar swalayan.

Warta Kota/Feryanto Hadi
Ketersediaan pangan di lima pasar tradisional dan sebuah pasar swalayan diperiksa. 

WARTA KOTA, CILANDAK -- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan, melakukan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu di lima pasar tradisional dan satu pasar swalayan, Kamis (8/3/2018).

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Arifin mengatakan giat ini dalam rangka mewujudkan persediaan pangan yang sehat, aman dan terbebas dari bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, Rodhamin B, Methylen Yellow dan Residu Pestisida.

"Kita wujudkan pangan yang sehat, aman dan terbebas dari bahan berbahaya, kita bekerjasama dengan beberapa instansi dalam monitoring ini," ujar Arifin, usai monitoring pangan di Transmart Cilandak.

Arifin menambahkan, mereka ingin lakukan bukan hanya sekali saja di satu lokasi, tapi kita monitoring hingga lima kali dalam setahun di lokasi tersebut.

"Kita akan liat kelanjutan pemeriksaan lab ini, kalo ditemukan kita akan berikan peringatan. Di Jakarta Selatan target kita ada 22 pasar tradisional dan 6 pasar swalayan serta satu lokbin," tambahnya.

Sementara itu Kepala Sudin KPKP Kota Administrasi Jakarta Selatan Wachyuni mengatakan, dalam monitoring pengawasan pangan itu, pihaknya mengambil sebanyak 366 sampel yang berasal dari produk pertanian 179 sample, peternakan 47 sample dan perikanan 140 sample

"Dari semua produk sampel yang kita ambil itu masing-masing dari enam pasar yakni Pasar Minggu, Lokbin Pasar Minggu, Pasar Mampang, Pasar Buncit, Pasar Lenteng Agung, dan Pasar Swalayan Transmart Cilandak, " katanya.

Untuk pengujian sample on the spot dari semua pasar, lanjut Wahyuni, pihaknya memusatkan di Swalayan Transmart Cilandak, guna memeriksa apakah bahan pangan yang diambil itu terdapat zat-zat berbahaya.

"Kita juga bekerjasama dengan BPOM DKI Jakarta, UPT Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan, UPT Pusat Produksi Inspeksi Sertifikasi Hasil Perikanan, dan UPT Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian untuk uji kebusukan," katanya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved