Jukir Tunggu Wacana Penggajian Sesuai UMP

Puluhan juru parkir di kawasan Falatehan menantikan wacana penggajian para jukir sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP).

Jukir Tunggu Wacana Penggajian Sesuai UMP
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Mesin parkir di Jalan Falatehan yang tak berfungsi lagi 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Puluhan juru parkir di kawasan Falatehan, Jakarta Selatan masih menantikan wacana penggajian para jukir sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP).

Sepanjang era Ahok-Djarot Jukir di sana mendapatkan gaji Rp2,6 juta perbulan di bawah operator PT Mata Elang Biru, pengelola parkir meter di sana.

Namun, kini pengelolaan perparkiran kembali diambilalih Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Pembayaran parkir dengan mesin parkir meter pun sudah berhenti sejak dua bulan lalu.

Baca: Permintaan Tessa Kaunang Usai Damai Dengan Sandy Tumiwa

Baca: Penilaian Pedas Juru Parkir Soal Mesin Parkir Meter Era Ahok

Baca: 2 Bulan Parkir Meter Tak Berfungsi Ungkap Berbagai Masalah

"Sempat ada rencana katanya juru parkir mau digaji UMP. Sampai sekarang belum ada kabar ya. Kemarin digaji Rp2,6 juta juga katanya mau naik. Eh sekarang malah bubar, balik ke parkir manual lagi," kata seorang jukir di Falatehan, Hartono (50) ditemui Warta Kota, Kamis (8/3/2018).

Hartono telah menjadi jukir di sana sejak 1989.

Ia tidak keberatan Pemprov DKI Jakarta era Ahok menerapkan sistem parkir meter disana.

"Sekarang diambilalih sama Dishub lagi. Sudah dua bulan lalu mesin parkir meter tidak berfungsi. Kita layanin manual saja. Sekarang setoran harian ke Dushub saja," ungkapnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved