VIDEO: Fredrich Anggap Makanan di Rutan KPK Tak Berprikemanusiaan

makanan bolehnya hanya senin dan kamis, dan cuma boleh kurang lebih dua piring sangat dibatasi tidak berprikemanusiaan

Penulis: | Editor: Ahmad Sabran

WARTA KOTA, JAKARTA- ‎Satu per satu, para tersangka maupun terdakwa yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka-bukaan soal kehidupannya di tahanan.

Seperti Setya Novanto. Mantan Ketua DPR RI ini merasa kehidupannya bak anak kost selama ditahan di KPK. Ini karena seluruh hal harus dikerjakan sendiri.

Lantas bagaimana cerita Fredrich Yunadi, mantan kuasa hukum Setya Novanto selama kurang lebih dua bulan ini dijebloskan ke Rutan Merah Putih KPK?

Ditemui sebelum persidangan, Senin (5/3/2018) Fredrich Yunadi sempat bercerita soal kehidupannya di tahanan. Menurutnya dari segi bagunan fisik, rutan KPK sudah cukup bagus.

"Menurut saya rutannya cukup bagus, meskipun dalam hal ini tidak layak sebetulnya. Contohnya sirkulasi hawa gak benar," ucapnya.

Lanjut Fredrich ‎juga menyoroti soal Pasal 60 yang menyatakan keluarga boleh menenguk kapapun. Tapi nyatanya, keluarga dibatasi hanya seminggu dua kali berjunjung selama kurang lebih dua jam.

"Terus kita kan boleh menerima makanan, meskipun makanan itu diperiksa. Ternyata gak, makanan bolehnya hanya senin dan kamis, dan cuma boleh kurang lebih dua piring sangat dibatasi tidak berprikemanusiaan," tegasnya.

Diungkapkan Fredrich, rutan wajib mentaati Peraturan Pemerintah Nomor 58 tentang tata cara di Rumah Tahanan. Menurutnya, KPK masih menjalankan peraturan menteri tahun 2015 yang ditanda tangani oleh Amir Syamsudin.

Fredrich melanjutkan, sebagaimana hirarki perundang-undangan, sudah dinyatakan Undang-Undang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang yang lebih tinggi.

"Peraturan Pemerintah kan jauh lebih tinggi. Saya Imbau tolong menteri kehakiman dan Dirjen PAS wajib taat, tunduk pada Peraturan Pemerintah No 58 tahun 1999. Kalau tidak setuju, ganti PP nya," ‎tambahnya.(*)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved