Jumat, 24 April 2026

Harga BBM Solar dan Premiun Tidak Akan Naik Hingga 2019, Pemerintah Kasih Subsidi

Pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar sampai 2019.

Warta Kota
Ilustrasi-truk tanki Pertamina membawa pasokan BBM 

WARTA KOTA, PALMERAH---Pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar sampai 2019.

Dengan keputusan tersebut, pemerintah berencana untuk menambah subsidi untuk BBM jenis solar.

Baca: Harga BBM Oktan Tinggi Berfluktuasi, Premium Tetap Jadi Incaran

Ego Syahrial, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan, pemerintah sedang dalam proses pembicaraan dengan Komisi VII DPR untuk menambah subsidi solar. Subsidi solar saat ini hanya sebesar Rp 500 per liter atau total mencapai Rp 7 triliun untuk 16 juta kilo liter tahun ini.

Menurut Ego, dengan kondisi harga minyak mentah yang cenderung naik maka subsidi solar perlu ditambah. Kisarannya mencapai Rp 700/liter hingga Rp 1.000/liter .

Baca: Pertamina Tidak Terbendung Kembali Menaikkan Harga BBM

"Kan pernah dulu pengusulan untuk tahun 2018 kami pernah usulkan Rp 750, mungkin ini kalau melihat proses seperti ini berkisaran antara itulah, Rp 700 sampai Rp 1.000 usulannya," kata Ego, Senin (5/3/2018).

Biarpun begitu usulan ini akan terus dievaluasi sesuai dengan pergerakan harga minyak.

"Tapi ini masih dalam proses ya, ini yang seperti Pak Menteri sampaikan kami cermati terus pergerakan MOPS tadi, harga minyak tadi, contohnya seperti ICP Januari 65 dolar AS/barel, tiba-tiba sekarang turun 61 dolar AS/barel dan cenderung turun terus," kata Ego.

Baca: Tekad Jokowi Wujudkan BBM Satu Harga Demi Wujudkan Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia

Sementara itu, untuk BBM jenis premium tidak akan ada perubahan kebijakan. Ego mengatakan, pemerintah tidak ada rencana untuk memberikan subsidi untuk premium.

Ego beralasan konsumsi premium masih di bawah konsumsi solar. Kementerian ESDM mencatat konsumsi premium sepanjang tahun 2017 hanya mencapai 7 juta kilo liter dari alokasi sebesar 12 juta kilo liter. Sementara konsumsi solar mencapai sekitar 16 juta kilo liter.

"Realisasi premium cuma 7 juta, 12 juta yang dialokasikan realisasinya cuma 7 juta. Tapi kalau solar 16 juta ya, kemarin realisasinya 89 persen. Jadi itu yang banyak dipakai oleh masyarakat," katanya.

Selain itu, selisih harga premium dan solar pun sudah sangat tipis. Ego mengatakan, selisih harga solar hanya Rp 200/liter dengan perkiraan harga pasar sekitar Rp 5.600/liter.

Saat ini harga premium ditetapkan Rp 6.450/liter tidak bersubsidi. Untuk harga solar ditetapkan 5.550/liter dengan memberikan subsidi 500 rupiah.

 
Kontan.co.id/Febrina Ratna Iskana 

Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Pemerintah Ancang-ancang Subsidi Solar Bisa Sampai Rp 1000 Per Liter

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved