Breaking News:

Jokowi Belum Terima Surat Permohonan Grasi dari Abu Bakar Baasyir

Namun, Jokowi enggan berkomentar lebih lanjut jika nantinya pihak Ba'asyir mengajukan surat permohonan tahanan rumah kepada dirinya.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Presiden Joko Widodo ‎mengaku belum menerima surat permohonan dari pihak terpidana teroris Abu Bakar Ba'asyir, terkait tahanan rumah.

Hal tersebut disampaikan Jokowi setelah menunaikan Salat Jumat di Masjid Itiqlal, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

"Sekali lagi urusan grasi sampai saat ini saya belum menerima suratnya, mengenai yang berkaitan dengan tahanan rumah pun, saya sampaikan saat ini juga belum menerima surat permohonan," tutur Jokowi.

Baca: Susi Pudjiastuti Minta Situ di Tangsel Dipercantik Seperti Danau Sunter, Aktivis Lingkungan Gembira

Namun, Jokowi enggan berkomentar lebih lanjut jika nantinya pihak Ba'asyir mengajukan surat permohonan tahanan rumah kepada dirinya.

"Saya tidak bisa berbicara, suratnya kan belum sampai ke saya," ucap Jokowi.

Pada 2004, Abu Bakar Ba’asyir divonis 2,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, karena terbukti terlibat dalam peristiwa pengeboman Hotel JW Marriott Jakarta.

Pada 2010, ia kembali divonis 15 tahun penjara oleh PN Jaksel, karena terbukti ikut merencanakan dan menjadi penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di Pegunungan Jantho, Aceh. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved