VIDEO: Klarifikasi Soal Foto Prewedding Pakai Helikopter Polri

"Pilotnya merasa karena untuk prewedding terus diizinkan, tapi kemudian (beritanya) dipelintir (pasangan itu) turun dari heli,"

Ia pun menjelaskan harus ada izin terlebih dahulu untuk menaiki helikopter polisi.

Menurutnya, tidak sembarang orang bisa naik helikopter itu.

"Itu heli Polri harus ada approval dari dinas. Kalau rekan wartawan naik harus ada approval dari Kadiv Humas yang memberikan izin naik. Paling tidak Kabid Humas kalau di Polda. Jadi tidak sembarangan. Itu ada itungannya beratnya berapa," pungkasnya.

Setyo kemudian bercanda bahwa orang gendut tidak bisa sembarangan naik helikopter.

Ia menunjuk ke arah salah satu wartawan yang agak 'berisi' sebagai contoh.

"Nah kalau mas nya itu kan berat, itu tidak boleh. Nggak boleh berdua (naik helikopternya), harus sendiri ya (karena) beratnya lebih," ujar Setyo sambil menahan tawanya.

Sebelumnya, beredar viral sebuah video dimana helikopter polisi diduga membawa pasangan pengantin di Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Video berdurasi 24 detik itu memperlihatkan sepasang pengantin turun dari sebuah helikopter yang diduga milik Polda Sumatera Utara dengan tulisan polisi di badan heli yang diganti menjadi F & T.

Kemudian ada pula video berdurasi 1 menit 20 detik, dimana terlihat salah satu dari pasangan tadi berjalan di atas karpet merah diantara rerumputan, usai turun dari helikopter tersebut. (*)

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved