TKI masih Didominasi oleh Lulusan Sekolah Dasar

Penting bagi pengusaha, pemerintah, pekerja dan pembangku kepentingan untuk terlibat dan merespon perubahan-perubahan yang terjadi.

TKI masih Didominasi oleh Lulusan Sekolah Dasar
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi. Para pekerja seperti PPSU, PHL Suku Dinas Bina Marga, dan lain-lain tampak sibuk menyusun konblok, Rabu (21/2). 

WARTA KOTA, CILANDAK - - Sampai saat ini, tingkat tenaga kerja berdasarkan pendidikan di Indonesia didominasi  lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah, yakni 50,98 juta orang atau 42,13 persen.

Padahal, Indonesia memiliki potensi menjadi negara ekonomi ke-7 terbesar di dunia pada tahun 2030.

Syarat utamanya Indonesia harus memiliki  113 juta tenaga kerja terampil.

Sampai saat ini, tenaga terampil baru mencapai 57 juta orang saja.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Agustus 2017, tenaga kerja lulusan SMP sebanyak 21,72 juta orang atau 17,95 persen, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 21,13 juta orang atau 17,46 persen, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 12,59 juta orang atau 10,40 persen, Diploma I/II/III sebanyak 3,28 juta orang atau 2,71 persen, dan Universitas sebanyak 11,32 juta orang atau 9,35 persen.

Berdasarkan riset McKinsley Global Institute (MGI), yang diolah dari data BPS pada tahun 2016, Indonesia memiliki potensi menjadi negara ekonomi ke 7 terbesar di dunia.

Di satu sisi, berdasarkan hasil riset Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan yang diolah dari data BPS tahun 2015 menunjukan jumlah tenaga kerja terampil di Indonesa saat ini 57 juta orang saja.

Artinya, untuk mencapai jumlah tenaga terampil tahun 2030, membutuhkan supply tenga kerja terampil per tahun dari tahun 2016  hingga tahun 2030 mencapai 3,7 juta tenaga kerja.

Sementara, secara spesifik, berdasarkan hasil proyeksi pertumbuhan pasar kerja 2016-2019, yang dilakukan Barenbangnaker tahun 2016, Indonesia membutuhkan masing-masing 1,59 juta tenaga kerja level ahli tersertifikasi/tahun, 0,46 juta tenaga kerja level teknisi atau analisi tersertifikasi/tahun dan 1,85 juta tenaga kerja level operator atau pelaksana tersertifikasi/tahun.

Untuk mengantisipasi hal ini, angkatan kerja harus dilengkapi dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan.

“Penting bagi pengusaha, pemerintah, pekerja dan pembangku kepentingan untuk terlibat dan merespon perubahan-perubahan yang terjadi di tempat kerja,” ujar Direktur Persyaratan Kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial & Jaminan Sosial Tenaga Kerja  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Siti Junaedah saat membacakan sambutan dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dhakiri, saat persemian Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Academy, Rabu (28/2/2018).

Pemerintah sangat mengapresiasi CCAI yang mendirikan CCAI Academy, sehingga karyawan bisa meningkatkan kompetensinya dan bisa menambah tenaga kerja yang punya keterampilan. 

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved