Kamis, 16 April 2026

Situasi Ekonomi Masih Labil, Apindo DKI Minta Para Pengusaha Tetap Optimistis

Terjadinya penurunan daya beli di masyarakat, bahkan telah menggerus sejumlah bisnis terutama bidang ritel.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Murtopo
Warta Kota/Feryanto Hadi
Member Gathering sekaligus Rapat Kerja dan Koordinasi (Rakerkonprov) Apindo DKI Jakarta di Gedung Permata Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018). 

WARTA KOTA, KUNINGAN -- Kondisi ekonomi yang cenderung stagnan sejak tahun 2017 lalu sudah berdampak kepada sejumlah bidang usaha.

Terjadinya penurunan daya beli di masyarakat, bahkan telah menggerus sejumlah bisnis terutama bidang ritel.

Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta, Solihin, saat ditemui di sela kegiatan Member Gathering sekaligus Rapat Kerja dan Koordinasi (Rakerkonprov) Apindo DKI Jakarta di Gedung Permata Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018).mengatakan, secara kasat mata memang terjadi penurunan daya beli masyarakat, terutama untuk sejumlah ritel.

Namun, jika dilihat dari sudut pandang lain, terjadi peningkatan transaksi untuk jual-beli secara online.

Hal itu, tercermin dari data perusahaan jasa antar barang atau ekspedisi.

"Secara angka memang naik. Dari tahun 2015 ke 2016, naiknya masih lima persen. Tapi di tahun 2017, naik hanya dua persen. Tapi jangan salah. Kenaikan sekecil itu belum diperhitungkan dengan cost yang juga meningkat. Mulai dari biaya produksi, pemeliharaan, kenaikan UMP atau pembayaran ini dan itu. Jadi, meskipun dari sisi angka naik, pendapatan pengusaha sebenarnya turun," ujarnya.

Solihin juga menggarisbawahi mengenai persepsi masyarakat yang melihat bisnis ritel tergerus oleh fenomena belanja online.

Ia menolak jika anggapan itu dilihat hanya mengambil contoh ritel tertentu yang menyatakan gulung tikar.

"Benar bila terjadi penurunan daya beli pada ritel atau toko konvensional. Namun kondisinya tidak separah yang dibayangkan. Hanya ritel-ritel tertentu saja yang tutup. Sementara, untuk ritel yang menjual kebutuhan pokok masih aman," ujarnya.

Solihin menambahkan, di tengah era digitalisasi ini justru harusnya dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk melebarkan sayap bisnis dengan tentunya merubah mainset dan strategi bisnis sesuai dengan keadaan saat ini.

"Kalau masih bertahan dengan cara lama ya dipastikan sulit bersaing. Naif jika kita mengabaikan kemajuan teknologi saat ini dan bertahan pada pola pikir konvensional," katanya.

Untuk itu, Solihin meminta kepada para pelaku bisnis untuk tetap optimistis menjalankan usahanya dengan melakukan manuver-manuver atau terobosan yang membuat perusahaan tetap memiliki daya saing di tengah era digital ini.

"Intinya pengusaha itu jangan mengeluh. Jangan manja. Jangan lebay. Semuanya bisa teratasi kalau kita punya terobosan-terobosan," kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum DPN Apindo Hariyadi B Sukamdani berharap, rapat kerja yang dilakukan Apindo DKI Jakarta bisa berdampak positif bagi dunia usaha termasuk para pekerjanya.

"Selama ini orang tahunya Apindo jika saat membahas soal UMP. Padahal, banyak kerja yang kami lakukan. Rapat kerja ini merupakan ajang konsultasi antara asosiasi dengan anggota, membahas hal-hal yang tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, juga perhatian kepada pekerja. Ini sebagai bentuk kehadiran Apindo untuk para anggotanya," imbuhnya.

"Seperti bahasan yang kita angkat kali ini, dengan melalukan sosialisasi program pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan dan sosialisasi Close Payment System dari BPJS Kesehatan," ujarnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved