PKL dan Parkir Liar Bikin Gondok Pedagang Bunga Pasar Bunga Rawa Belong

Hingga saat ini penataan PKL dan juga di Kawasan Pasar Bunga Rawa Belong, belum juga terealisasikan.

PKL dan Parkir Liar Bikin Gondok Pedagang Bunga Pasar Bunga Rawa Belong
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Pedagang kaki lima yang memenuhi pinggir jalan kawasan pasar bunga Rawabelong, Kamis (1/3). 

"Penataan PKL yang mana ya? Sampai saat ini saja kondisi Pasar Bunga Rawa Belong itu gak berubah sama sekali. Tetap saja semrawut lah mas. Pengunjung mau beli saja ke sini (Pasar Bunga Rawa Belong) saja sudah ogah-ogahan karena macetnya memang luar biasa kalau di sore dan malam hari. Karena ada PKL tadi dan parkiran sembarangan. Turis-turis, dulu datang ke sini berbelanja. Sekarang? Mana mau lah ya mereka ke sini. Toh kami pun sepi pendapatan jadinya," paparnya.

Pedagang Pasar Bunga Rawa Belong lainnya, Rimah (26) mengaku gondok akan keberadaan PKL dan preman parkir liar di lingkungan Pasar Bunga Rawa Belong, atau di sepanjang pinggir Jalan Sulaiman.

Keberadaan mereka membuat pengunjung pasar sulit masuk serta mendapat lahan parkir

"Pernah orang kelurahan, kecamatan, berbagai pejabat datang ke sini janji Pasar Rawa Belong ini ditata jadi lebih bagus alasannya menjelang Asian Games 2018. Kalau kata saya sih, Asian Games 2018 berakhir juga belum ditata. Orang pemerintah kan gede janji di mulut saja. Kalau niat ditata ya sekalian gebrak. Dikit-dikit, hanya sosialisasi doang. Gimana mau laku dagangan bunga di sini kalau pengunjung mau datang ke sini susah masuk. Seringkali terjadi semrawut sore dan malam hari," jelasnya.

Pantauan Warta Kota, berbagai macam PKL di kawasan Pasar Bunga Rawa Belong terbilang marak.

Tidak hanya PKL, nampak pengendara sepeda motor dan para pengemudi ojel online (ojol) yang parkir di bibir Jalan Sulaiman, juga membuat kondisi di lokasi semakin ramai dan berujung semrawut. (BAS)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved