Buruknya Penataan Lingkungan Pasar Bunga Rawa Belong, Begini Kata Camat Kebon Jeruk
Kondisi Gedung Pasar Bunga Rawa Belong dan lingkungannya terbilang amburadul akibat dari pihak pengelola pasar yang tutup mata.
WARTA KOTA, KEBON JERUK -- Beberapa pedagang bunga di Pasar Bunga Rawa Belong, Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengeluhkan pihak pemerintah yang terbilang lamban, dalam melakukan penataan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar, yang seringkali membuat kawasan tersebut menjadi semrawut.
Berbeda hal tanggapan yang dilontarkan oleh Camat Kebon Jeruk, Abdullah.
Dia menilai, jika kondisi Gedung Pasar Bunga Rawa Belong dan lingkungannya, terbilang amburadul akibat dari pihak pengelola pasar yang sampai hingga kini tutup mata.

Pengelolaan, maupun penataan di lingkungan Pasar Bunga Rawa Belong, disebut Abdullah bukan wewenang pihak Kecamatan.
"Tadi pagi kita tertibkan PKL, dan juga lakukan pembersihan saluran air. Terkait penataan kan, kalau lingkungan di dalamnya saya rasa masih belum bagus. Masih kumuh. Lantai juga masih kotor dan retak-retak. Penataan kios juga tidak rapih, serta tempat sampah yang masih buruk, jorok. Masih banyak loh sampah-sampah yang berserakan," ucap Abdullah, Kamis (1/3/2018).
Abdullah menambahkan kembali,"Kemudian di daerah parkiran sepeda motor itu, pengelolaan sampahnya ada di sana. Namun saat ini sudah tidak berfungsi ya. Pokoknya saya sebut Pasar Bunga Rawa Belong, masih banyak yang harus diperbaiki. Tapi itu bukan wewenang di Camat. Itu dari pihak UPT Pasarnya sendiri. Saya, juga sudah berkali-kali berkoordinasi pihak UPT-nya pasar itu. Ditata dong! Agar, itu keliatan bagus. Karena ini destinasinya bunga DKI Jakarta ya," paparnya.

Bongkar paksa
Mengenai maraknya PKL liar di trotoar di Jalan Sulaiman, kata Abdullah, tak perlu lagi adakan sosialiasi. Menurutnya, patut untuk dilakukan bongkar paksa.
"Kami sudah koordinasi kepada pihak RT, serta RW setempat terkait penataan para PKL. Kami, berikan sanksi tegasnya. Ya langsung bongkar lapaknya. Kalau dia mendirikan lagi ya kami itu datang lagi dan bongkar lagi. Mereka semua di sana (PKL) tetap membandel. Pastinya oknum tak berganggungjawab melihara mereka. Pasti memanfaatkan keadaan. PKL liar, sudah pasti tanggungjawabnya kami," jelasnya. (BAS)
