Bandara Soekarno-Hatta Bakal Dibangun di Pulau Reklamasi, Ini Kata Gubernur Banten

PT Angkasa Pura II mulai membahas rencana pembangunan Bandara Soekarno-Hatta 2 di pulau reklamasi, Kabupaten Tangerang.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Andika Panduwinata
Gubernur Banten Wahidin Halim di Istana Nelayan, Rabu (28/2/2018). 

WARTA KOTA, TANGERANG - PT Angkasa Pura II mulai membahas rencana pembangunan Bandara Soekarno-Hatta 2 di pulau reklamasi, Kabupaten Tangerang.

Gubernur Banten Wahidin Halim blak-blakan soal proyek pembangunan tersebut. Pria yang akrab disapa WH ini menyambut baik rencana yang dilakukan oleh pihak pengelola Bandara, yakni AP II. Ia mengungkapkan hal itu saat guyub bareng bersama Pokja Wartawan Harian Tangerang Raya di Istana Nelayan, Rabu (28/2/2018).

"Ini rencana baik, dengan adanya bandara yang baru dibangun, pemerintahan daerah terkena dampak positif untuk berkembang," ujar Wahidin yang tampil kasual mengenakan topi dan kemeja putih.

Baca: Ini Tahapan Pemblokiran Kartu Ponsel Prabayar Jika Tak Kunjung Lakukan Registrasi

Ia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura II untuk membahas hal tersebut.

"Jelas banyak keuntungan yang didapat dari pemerintah daerah. Warga di sekitar ini bisa dipekerjakan di Bandara Soetta 2, sehingga menekan angka pengangguran," ucapnya.

Ia menegaskan, tak masalah jika Bandara Soetta 2 dibangun di pesisir utara Kabupaten Tangerang, walaupun proyek pembangunannya berada di pulau reklamasi.

Baca: Ahok dan Veronica Tan Kemungkinan Absen Hingga Sidang Cerai Berakhir

"Enggak apa-apa, ini berbeda dengan di Bali yang mendapat pertentangan. Karena reklamasi di sana merusak keberadaan ekosistem, kalau di Tangerang tidak menganggu hal apa pun. Tapi semua itu diserahkan lagi kepada pengelola bandara, bagaimana skema dan desainnya," papar Wahidin.

Bandara Soekarno-Hatta 2 akan dibangun di pulau keempat dari tujuh pulau reklamasi pantai utara Kabupaten Tangerang. Sekitar 9.000 hektare di sepanjang pesisir dari pantai Dadap, Kosambi, hingga Kronjo, akan diubah menjadi tujuh pulau reklamasi.

Kendati demikian, masih dilakukan kajian prastudi kelayakan mengenai proyek pembangunan Bandara Soetta 2 ini. Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludin menjelaskan, pembangunan bandara baru tersebut dibangun untuk mengatasi semakin padatnya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca: Salah Satu Saksi Perselingkuhan Veronica Tan dengan Julianto Tio Mantan Staf Ahok

Ia menyebut, kapasitas Bandara Soetta yang eksisting diperkirakan akan mencapai titik maksimal pada tahun 2025. Pada tahun 2025, jumlah penumpang yang ada di Bandara Soetta diprediksi mencapai 100 juta orang, alias melampaui daya tampung.

"Setelah runway 3 dan Terminal 4 dibangun, Bandara Soetta yang eksisting tetap tidak mampu menampung jumlah penumpang dan pesawat, karena tiap tahunnya bertambah," ungkap Awaludin.

Saat ini kapasitas Bandara Soetta mencapai sekitar 60 juta penumpang per tahun. Ia menyatakan hingga kini ada sejumlah lokasi yang tengah dijajaki untuk pembangunan Bandara Soetta 2.

"Kami sedang menyiapkan studi kelayakan atau feasibility studies untuk pembangunan bandara baru tersebut. Selain lokasi, kajian juga akan menyentuh pada aspek biaya dan investasi yang dibutuhkan," paparnya. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved