Wanita dengan Bokong Besar Lebih Sehat, Ini Hasil Penelitiannya

Wanita yang memiliki lebih banyak lemak di bagian pinggul dan pahanya berisiko lebih rendah terkena serangan jantung, stroke, dan diabetes.

Wanita dengan Bokong Besar Lebih Sehat, Ini Hasil Penelitiannya
Shutterstock
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH---Wanita yang memiliki lebih banyak lemak di bagian pinggul dan pahanya berisiko lebih rendah terkena serangan jantung, stroke, dan diabetes.

Demikian kesimpulan sebuah penelitian baru yang dirilis Independent News Service baru-baru ini.

Diterbitkan oleh jurnal Cell Metabolism, penelitian menunjukkan bahwa memiliki lemak ekstra pada wanita adalah hal yang positif.

Baca: Kena Serangan Stroke Saat Mandi? Kenali Penyebabnya dan Ini Cara Mandi yang Dianjurkan Dokter Ahli

Lemak di bagian bawah tubuh bertindak sebagai spons dan menghentikan lemak untuk mencapai organ dalam. Hal ini berarti, lemak bertindak sebagai pelindung jantung dan paru-paru.

Jenis tubuh berbentuk pir jauh lebih unggul dalam hal kesehatan daripada bentuk tubuh apel, di mana tubuh jenis apel melepaskan bahan kimia berbahaya ke aliran darah dengan lebih mudah.

Berdasarkan penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa sifat pelindung lemak pinggul dan paha lebih menonjol pada wanita pra-menopause, yang secara alami mampu menyimpan lebih banyak lemak di bagian bawah tubuh mereka ketimbang pria.

Baca: Satu dari Dua Penduduk Indonesia Tak Sadar Kena Diabetes

Namun, penelitian menunjukkan bahwa pelindung ini kurang efektif pada wanita yang kelebihan berat badan, karena tingkat lemak di dalam hati dan paru-paru mereka sudah terlalu tinggi.

Peneliti utama, Dr Norbert Stefan, yang mengkhususkan diri pada diabetes di Universitas Tübingen, Jerman, mengatakan, lebih baik untuk memiliki berat badan normal dan tubuh berbentuk pir.

Dikenal sebagai lemak subkutan, lemak ekstra pada pinggul dan paha sangat berbeda daripada lemak yang menetap di peru, yang dikenal sebagai lemak visceral. Lemak visceral melepaskan zat kimia berbahaya yang sangat menghambat kesehatan kardiovaskular.

Baca: Gangguan Irama Jantung? Rumah Sakit Awal Bros Tangerang Buka Layanan Elektrofisiologi (EP)

Lemak jenis ini melepaskan asam lemak ke dalam darah, yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi, resistensi insulin dan diabetes.

Data terbaru yang dilaporkan dalam jurnal Menopause menyatakan bahwa wanita kulit hitam memiliki lemak subkutan 20 persen lebih banyak daripada wanita kulit putih, yang lebih rentan terhadap lemak visceral.

Penulis: Aloysius Sunu D
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved