Breaking News:

Saat Ini Sulit Mendapatkan Keuntungan dari Bisnis Beras, Ini Penjelasan Dirut Food Station

Bisa saja orang atau perusahaan tersebut bermaksud untuk berinvestasi atau ada tujuan lain.

Tribunnews.com/Herudin
ILUSTRASI buruh angkut menata karung-karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) 

WARTA KOTA, PALMERAH---Saat ini harga gabah masih cukup tinggi. Bahkan, rata-rata harga gabah nasional masih di atas Rp 5.000 per kg.

Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama (Dirut) PT Food Station Tjipinang Jaya (Food Station), mengatakan, saat ini sulit untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis beras. Terlebih, harga beras di tingkat konsumen dipatok oleh pemerintah.

Saat ini, harga eceran tertinggi (HET) beras untuk wilayah Jawa dan beberapa provinsi lain, harga beras medium Rp 9.450/kg dan premium Rp 12.800/kg.

Baca: Pengeluaran Beras di PIBC Sejak Awal Februari 2018 berkisar 3.400 ton-4.300 Ton Per Hari

"Kalau beras medium tidak ada keuntungan sama sekali. Tetapi kalau beras premium masih ada keuntungan meski kecil karena biaya operasionalnya tinggi, " kata Arief baru-baru ini seperti dilansir Kontan.co.id.

Arief mengatakan, jika seseorang atau perusahaan ingin bisnis beras, harus dilihat tujuan masuk ke bisnis beras itu.

Apalagi bisnis komoditas khususnya bisnis beras memiliki margin yang kecil.

Arief mencontohkan Food Station yang tidak fokus pada mencari keuntungan.

Perusahaan milik daerah ini berfungsi untuk memenuhi pangan Jakarta, menjaga stabilitas harga, serta mengelola Pasar Induk Beras Cipinang.

Baca: Bulog Sebut Stok Beras dan Gula Pasir Cukup Memadai

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved