Breaking News:

Pasar Rakyat Sepi, Ada Pergeseran Gaya Hidup: Ini Kata Warga

Makin menurunnya jumlah masyarakat yang berbelanja ke pasar tradisional disebabkan beberapa faktor.

Penulis: | Editor:
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ilustrasi Kios di Blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih belum diisi pedagang. 

WARTA KOTA, PESANGGRAHAN----Makin menurunnya jumlah masyarakat yang berbelanja ke pasar tradisional disebabkan beberapa faktor.

Wanti (34), warga Pesanggrahan, mengakui belakangan ia jarang pergi berbelanja berbagai bahan kebutuhan ke pasar.

Padahal, jarak rumahnya dengan Pasar Rakyat Pesanggrahan tidak lebih dari satu kilometer.  

Menurutnya, saat ini zaman serba mudah. Di lingkungan tempat tinggalnya saja, sudah ada pedagang sayuran yang berjualan di waktu-waktu tertentu. Sementara, jumlah kios sembako di perkampungan juga sudah banyak.

"Kalau pagi kan ada penjual sayur keliling di dekat rumah. Biasanya saya belanja di situ, lebih praktis. Harganya juga tidak selisih jauh dengan yang dijual di pasar. Kalau sekadar beli beras, minyak, atau gula juga banyak toko sembako. Kadang juga ke minimarket," kata Wanti beberapa waktu lalu.

Baca: Pasar Jaya Pastikan Pembayaran Sewa Kios Pasar Mayestik Tetap Per Bulan

Wasini (48), warga Duren Tiga, Jakarta Selatan, mengaku sudah lebih dari tiga tahun tidak pergi ke pasar tradisional.

Kemudahan yang dirasakannya kini, membuatnya memilih untuk berbelanja secara praktis dengan memanfaatkan para pedagang sayur keliling atau minimarket yang banyak terdapat di sekitar tempat tinggalnya.

"Orang sekarang kayaknya sudah jarang pada ke pasar. Yang banyak belanja ke pasar justru para pedagang keliling. Nanti pedagang itu yang datang ke perkampungan," katanya.

"Padahal dulu saya kalau mau belanja, ya ke pasar. Mau beli baju, ya ke pasar. Tapi anak muda zaman sekarang mana mau pakai baju yang dibeli di pasar. Yang ada mereka milih ke mal buat beli baju," katanya sambil berkelakar.

Baca: Pasar Kelurahan Tebet Barat Raih Penghargaan Sebagai Pasar Aman Pangan

Warga lain dari kalangan menengah, Rida (24), saat ini bahkan tidak terbayang untuk pergi ke pasar tradisional.

Menurutnya, selama ini ia memilih berbelanja ke supermarket dengan sejumlah pertimbangan. Bahkan, ia tidak tahu sejumlah pasar tradisional kini memiliki fasilitas yang lebih modern dan tidak becek.

"Yang pertama karena higienis dan tempatnya enak. Kalau ke pasar tradisional kan becek dan kita harus desak-desakan sama pembeli lain. Belum lagi misalnya kita mau beli ikan atau daging kita lihat banyak lalatnya kan jadi malas beli," kata dia. (Feryanto Hadi)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved